Manchester City secara resmi memperkenalkan Antoine Semenyo sebagai rekrutan terbarunya pada Jumat, 9 Januari 2026. Penyerang asal Ghana berusia 26 tahun ini berpeluang besar menjalani debutnya bersama The Citizens di ajang Piala FA akhir pekan ini, memantik diskusi mengenai perannya di skuad bertabur bintang asuhan Pep Guardiola.
Dalam 18 bulan terakhir, Semenyo telah menjelma menjadi salah satu penyerang paling komplet di Liga Inggris. Catatan gol dan kontribusinya musim ini menempatkan namanya sejajar dengan para elite kompetisi. Namun, kepindahannya dari Bournemouth ke Manchester City, tim yang tengah memburu gelar di berbagai kompetisi, menimbulkan pertanyaan seberapa besar dampaknya, baik dari sisi posisi maupun kontribusi dalam perburuan trofi.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Statistik Impresif di Puncak Performa
Antoine Semenyo akan mengenakan nomor punggung 42 di Manchester City. Musim ini, hanya Erling Haaland dan penyerang Brentford, Igor Thiago, yang berhasil mencetak gol Liga Inggris lebih banyak darinya. Torehan 10 gol Semenyo di liga menegaskan konsistensi yang telah ia bangun sejak musim lalu.
Dari sisi kontribusi total, Semenyo juga hanya kalah dari dua nama tersebut, dengan 12 keterlibatan gol. Angka-angka ini menguatkan kesan bahwa ia direkrut saat berada di dekat puncak performa. Di usia 26 tahun, fase emas kariernya secara teori baru dimulai, dan bergabung dengan tim yang rata-rata mencetak 2,14 gol per laga Liga Inggris musim ini, peluangnya untuk melanjutkan produktivitas terbuka lebar.
Mengurangi Ketergantungan pada Erling Haaland
Produktivitas gol Manchester City memang tetap tinggi, namun ketergantungan pada sosok Erling Haaland masih sangat terasa. Penyerang Norwegia itu telah mengoleksi 105 gol Liga Inggris dengan rata-rata nyaris satu gol per laga sejak bergabung pada tahun 2022. Dengan kalender pertandingan yang kian padat dan tahun 2026 sebagai tahun Piala Dunia, manajemen menit bermain Haaland menjadi isu penting bagi Guardiola.
Dalam konteks inilah Semenyo diproyeksikan untuk memberikan alternatif nyata di lini depan, bukan sekadar cadangan. Rata-rata 0,5 gol per 90 menit yang ia catat bersama Bournemouth, di tim dengan expected goals yang lebih rendah dari City, memberi indikasi bahwa adaptasi dari sisi produktivitas seharusnya tidak menjadi masalah besar. Catatan Mureks menunjukkan, Semenyo memiliki potensi untuk menjaga ketajaman lini serang City bahkan saat Haaland diistirahatkan.
Fleksibilitas Posisi dan Tantangan Persaingan
Salah satu keunggulan utama Semenyo adalah kemampuan dua kaki yang sama kuat. Sejak awal musim lalu, ia termasuk segelintir pemain yang mampu mencetak delapan gol atau lebih dengan kaki kiri dan kanan, dengan distribusi tembakan yang nyaris seimbang. Fleksibilitas ini memberikan Guardiola opsi untuk memainkan Semenyo di kedua sisi sayap.
Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Di Bournemouth, ia adalah pusat serangan; di City, ia harus bersaing ketat. Saat ini, posisi sayap diisi oleh Rayan Cherki dan Phil Foden, sementara kedalaman skuad masih diperkuat nama-nama seperti Jeremy Doku, Savinho, dan Omar Marmoush. Semenyo harus siap berjuang keras untuk mendapatkan menit bermain.
Nilai Tambah dari Sisi Bertahan
Kontribusi Semenyo tidak berhenti di sepertiga akhir lapangan. Etos kerjanya menonjol, terutama dalam fase bertahan. Ia berada di peringkat kedua penyerang Liga Inggris musim ini untuk jumlah recovery bola. Selain itu, ia juga masuk lima besar penyerang untuk perebutan bola di area pertahanan sendiri. Meski Manchester City tidak sesering Bournemouth berada di bawah tekanan, profil penyerang yang aktif tanpa bola menjadi aset penting dalam perburuan gelar yang ketat.
Kemampuan ini sejalan dengan tuntutan Pep Guardiola terhadap pemain depan yang bukan hanya mencetak gol, tetapi juga berperan aktif dalam struktur pressing tim. Transfer Semenyo jelas meningkatkan kedalaman dan fleksibilitas skuad Manchester City. Di sisi lain, tekanan kini bergeser ke pemimpin klasemen, Arsenal, yang dituntut untuk memperkuat diri, sebagaimana diisyaratkan oleh pelatih Mikel Arteta.






