Tren

CEO Exxon Mobil: ‘Venezuela Tak Layak Investasi’ di Tengah Desakan Trump untuk Suntikan Dana US$100 Miliar

CEO Exxon Mobil Corp., Darren Woods, secara tegas menyatakan bahwa Venezuela saat ini “tidak layak untuk investasi.” Pernyataan ini disampaikan Woods di tengah desakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar perusahaan-perusahaan minyak mengucurkan dana setidaknya US$100 miliar untuk menghidupkan kembali produksi minyak mentah di negara tersebut.

Woods menyampaikan pandangannya dalam pertemuan dengan 20 eksekutif perusahaan minyak yang dipimpin Presiden Trump di Ruang Timur Gedung Putih pada Jumat, 9 Januari 2026, waktu setempat. Trump optimistis investasi besar ini dapat terealisasi setelah penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kerangka Hukum dan Komersial Jadi Sorotan

Namun, Woods memiliki pandangan berbeda. Ia menyoroti kerangka hukum dan komersial yang berlaku di Venezuela. “Jika kita melihat konstruksi dan kerangka hukum dan komersial yang ada di Venezuela saat ini, negara itu tidak layak investasi,” kata Woods.

Ia menambahkan bahwa perusahaannya memiliki pengalaman pahit di masa lalu, di mana aset Exxon telah disita oleh pemerintah di Caracas sebanyak dua kali. Pengalaman ini menjadi dasar kekhawatiran Woods terhadap perlindungan investasi di Venezuela.

Woods secara retoris mempertanyakan beberapa aspek krusial yang harus dipenuhi sebelum investasi dapat dipertimbangkan. “Seberapa kuat perlindungan dari segi keuangan? Seperti apa imbal hasilnya? Apa saja perjanjian komersialnya, kerangka hukumnya?” ujarnya.

Menurutnya, semua elemen tersebut harus dipersiapkan dengan matang agar perusahaan dapat membuat keputusan investasi yang tepat dan memahami potensi imbal hasil selama beberapa dekade mendatang. Mureks merangkum, pertemuan ini menyoroti perbedaan pandangan antara sektor swasta dan pemerintah AS terkait potensi investasi di Venezuela.

Exxon Siap Kirim Tim dengan Jaminan Keamanan

Meski demikian, Woods tidak menutup kemungkinan sepenuhnya. Ia menyatakan bahwa Exxon siap “mengirim tim ke lapangan” jika ada undangan resmi dari pemerintah Venezuela dan jaminan keamanan yang memadai dapat diberikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi investasi masih ada, asalkan ada perubahan signifikan dalam lingkungan hukum dan keamanan di Venezuela.

Mureks