Teknologi

Microsoft Rayakan Satu Dekade DirectX 12, Fondasi Grafis Game Modern dan Inovasi Masa Depan

Microsoft secara resmi merayakan satu dekade kehadiran DirectX 12, sebuah Application Programming Interface (API) grafis yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015. API ini diluncurkan dengan tujuan utama memberikan kontrol yang lebih mendalam kepada pengembang, memungkinkan game berjalan lebih cepat, menampilkan visual yang lebih realistis, serta mampu berskala di berbagai perangkat Windows PC dan konsol.

Sepuluh tahun berselang, DirectX 12 telah membuktikan diri sebagai fondasi krusial bagi pengembangan banyak judul game AAA dan mesin game modern. Sejak awal, pendekatan “closer to the metal” yang diusung DirectX 12 memungkinkan pemanfaatan penuh kemampuan perangkat keras, mengoptimalkan kinerja grafis secara signifikan.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Tonggak Inovasi DirectX 12

Periode 2018 hingga 2020 menjadi tonggak besar dengan diperkenalkannya DirectX Raytracing (DXR). Teknologi ini merevolusi visual game dengan menghadirkan pencahayaan sinematis, bayangan realistis, dan pantulan multidimensi secara real-time, menyamai kualitas visual film. Bersamaan dengan DXR, fitur Variable Rate Shading dan Mesh Shaders turut memperkuat efisiensi rendering, yang kemudian disatukan dalam standar DirectX 12 Ultimate pada tahun 2020.

Inovasi terus berlanjut dengan peluncuran AutoHDR pada tahun 2021, sebuah fitur yang secara otomatis meningkatkan kualitas visual game-game lama tanpa memerlukan intervensi dari studio pengembang. Setahun kemudian, Microsoft memperkenalkan DirectStorage, teknologi yang memindahkan proses dekompresi data ke GPU. Langkah ini berhasil memangkas waktu loading dan mempercepat streaming dunia game yang luas.

Pada tahun 2024, DirectX 12 kembali menghadirkan Work Graphs yang membuka level baru paralelisme GPU, serta Automatic Super Resolution (AutoSR) yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas grafis dan frame rate pada judul-judul klasik. Mureks mencatat bahwa inovasi ini secara konsisten berupaya meningkatkan pengalaman visual dan performa.

Proyeksi Masa Depan dan Efisiensi Grafis

Memasuki tahun 2025 dan seterusnya, Microsoft telah menyiapkan berbagai optimisasi untuk teknologi grafis mutakhir. Fitur-fitur seperti Opacity Micromaps, Shader Execution Reordering, dan Advanced Shader Delivery (ASD) telah melalui tahap uji coba dan menunjukkan hasil peningkatan frame rate yang signifikan. Bahkan, ASD yang diluncurkan bersama ROG Xbox Ally pada Oktober 2025 mampu memangkas stuttering dan waktu loading hingga 85 persen tanpa perlu usaha tambahan dari pengembang.

Selain itu, Microsoft juga tengah bereksperimen dengan Cooperative Vectors. Teknologi ini dirancang untuk memperkuat akselerasi GPU dalam komputasi AI/Machine Learning (ML) di dalam pipeline grafis. Menurut Mureks, selama satu dekade terakhir, setiap inovasi DirectX 12 secara konsisten berfokus pada satu tujuan utama: membuat pengalaman bermain game menjadi lebih menyenangkan dan imersif.

Dari pencahayaan sinematis yang memukau, frame rate yang stabil, hingga waktu loading yang lebih singkat, teknologi ini terus mendorong standar baru dalam industri game. Dengan dukungan luas dari berbagai mesin game populer dan jutaan gamer di seluruh dunia, Microsoft optimistis bahwa dekade berikutnya akan menghadirkan efisiensi dan realisme grafis yang jauh lebih tinggi.

Mureks