Teknologi

Otoritas Taiwan Selidiki Dugaan Kebocoran Rahasia Chip 2nm TSMC ke Intel Melalui Mantan Eksekutif

Otoritas Taiwan tengah menyelidiki dugaan kebocoran dokumen rahasia teknologi chip 2 nanometer (2nm) milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Dokumen tersebut dilaporkan ditemukan di kediaman seorang mantan eksekutif senior TSMC, Dr. Wei-Jen Lo, yang kini menjabat posisi penting di Intel.

Kasus ini mencuat tak lama setelah media mengungkap perpindahan Dr. Wei-Jen Lo dari TSMC ke Intel. Kepergian tersebut sejak awal memantik alarm internal di TSMC, mengingat posisi dan aksesnya terhadap informasi teknologi yang sangat sensitif. Bagi TSMC, risiko kebocoran bukan sekadar isu internal perusahaan, melainkan ancaman terhadap keunggulan kompetitif yang telah dibangun bertahun-tahun.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Peran Kunci Dr. Wei-Jen Lo dalam Pengembangan Chip 2nm

Dr. Wei-Jen Lo adalah figur kunci di TSMC yang bertanggung jawab atas integrasi teknologi Extreme Ultraviolet (EUV) ke dalam proses manufaktur semikonduktor. Ia juga terlibat langsung dalam pengembangan teknologi 2nm, yang menjadikannya aset berharga di industri ini. Peranannya yang krusial membuat kepergiannya menjadi sorotan utama di tengah persaingan teknologi chip global.

Menurut laporan media Taiwan Liberty Times, aparat setempat telah meluncurkan penyelidikan mendalam. Dalam proses tersebut, otoritas menyita berbagai barang dari rumah Lo, mulai dari komputer, USB drive, hingga sejumlah kotak berisi dokumen fisik. Sebagian dokumen disebut memuat informasi rahasia terkait proses manufaktur chip canggih TSMC yang masih berada dalam tahap pengembangan.

Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa dokumen-dokumen tersebut dibawa keluar tanpa izin resmi. Jika terbukti, tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum perlindungan rahasia dagang Taiwan dan bahkan dapat bersinggungan dengan Undang-Undang Keamanan Nasional, mengingat posisi strategis industri semikonduktor bagi perekonomian dan keamanan negara.

TSMC Ajukan Gugatan, Intel Tegaskan Kepatuhan IP

TSMC sendiri disebut telah mengajukan gugatan terhadap mantan petingginya itu. Dalam dokumen gugatan, perusahaan menegaskan kekhawatiran bahwa perpindahan Lo ke Intel dapat membuka celah bocornya rahasia dagang bernilai tinggi. Kebocoran semacam ini, jika terjadi, dinilai bisa memberikan keuntungan tidak adil bagi pesaing di tengah persaingan ketat penguasaan teknologi chip generasi terbaru.

Dari kubu Intel, CEO Lip-Bu Tan menegaskan bahwa perusahaannya menghormati sepenuhnya hak kekayaan intelektual para pesaing. Intel menyatakan tidak memiliki niat maupun kebutuhan untuk menggunakan teknologi milik TSMC secara ilegal. Fokus perusahaan, menurut pernyataan resmi, tetap pada pengembangan teknologi internal dan kepatuhan terhadap aturan IP global.

Mureks mencatat bahwa sejumlah analis menilai perekrutan mantan eksekutif TSMC tetap memberi nilai strategis bagi Intel. Bukan semata soal teknologi, tetapi juga jaringan, pemahaman industri, dan reputasi yang dapat membantu Intel menarik lebih banyak perusahaan desain chip (fabless), terutama di segmen pengemasan chip canggih.

Intel menegaskan bahwa kehadiran Lo bertujuan memperkuat bisnis manufakturnya secara legal dan transparan, bukan meniru atau “membajak” teknologi pesaing. Namun, di tengah panasnya persaingan global chip, kasus ini menjadi pengingat betapa krusialnya perlindungan rahasia dagang di era teknologi mutakhir.

Hingga kini, penyelidikan oleh otoritas Taiwan masih berlangsung. Dunia teknologi menanti hasil akhirnya, karena apa pun kesimpulannya, kasus ini berpotensi menjadi preseden penting dalam perang teknologi semikonduktor global, demikian dilansir dari Wccftech.

Mureks