Microsoft secara resmi mengganti nama perangkat lunak produktivitas ikoniknya, Office, menjadi ‘Microsoft 365 Copilot app’. Keputusan ini, yang diumumkan pada 5 Januari 2026, berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan pengguna, mengingat ‘Copilot’ juga merupakan nama asisten kecerdasan buatan (AI) yang sudah ada.
Pergantian nama ini, menurut Mureks, menjadi sorotan karena Copilot kini berfungsi ganda: sebagai aplikasi peluncur untuk aplikasi produktivitas lain seperti Word dan PowerPoint, sekaligus sebagai chatbot AI yang terintegrasi di dalam aplikasi-aplikasi tersebut.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Langkah rebranding ini mengingatkan pada upaya serupa yang pernah dilakukan perusahaan perangkat keras Corsair sekitar satu dekade lalu. Corsair sempat mengubah logo klasiknya yang berupa tiga layar kapal menjadi sepasang pedang bersilang, namun kemudian kembali ke logo layar kapal setelah mendapat kritik keras dari publik.
Microsoft, sebagai perusahaan yang jauh lebih besar dengan pendapatan miliaran dolar, kini mengikuti jejak serupa dengan ‘membuang’ nama Office. Padahal, nama Office telah diperkenalkan empat tahun sebelum Corsair berdiri dan menyumbang lebih dari 30 miliar dolar AS dalam pendapatan kuartal terakhir saja.
Sebelumnya, Microsoft telah berulang kali mengurangi penekanan pada nama Office. Versi cloud dari Word, PowerPoint, dan aplikasi lainnya diubah menjadi Office 365 pada tahun 2010, kemudian menjadi Microsoft 365 pada tahun 2017. Kini, untuk membuka dokumen Word, pengguna diarahkan untuk meluncurkan ‘Microsoft 365 Copilot app’.
Seperti yang diamati oleh pengguna Bluesky DodgerFanLA, kunjungan ke Office.com kini menampilkan penjelasan yang berbunyi: “The Microsoft 365 Copilot app (formerly Office) lets you create, share, and collaborate all in one place with your favorite apps now including Copilot.*“
Tanda bintang (*) setelah frasa “your favorite apps now including Copilot” menjadi sangat relevan dalam konteks ini, menyiratkan adanya detail atau pengecualian penting.
Tim redaksi Mureks mencatat bahwa keputusan untuk menamai alat spesifik dan seluruh rangkaian aplikasi dengan nama yang sama menimbulkan pertanyaan. Mungkin implikasinya adalah bahwa dengan “Copilot Chat yang meningkatkan produktivitas”, perangkat lunak individual menjadi kurang relevan, karena pengguna cukup meminta chatbot untuk melakukan pekerjaan.
Setidaknya, tim Xbox bisa sedikit lega karena perusahaan telah menciptakan skema penamaan yang lebih buruk dari “Xbox Series X” dan “Xbox Game Pass for PC”. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Windows, yang merupakan produk Microsoft paling terkenal setelah Office, juga akan di-rebrand menjadi “Windows with Copilot” atau “Windows AI” di masa mendatang, mirip dengan Facebook yang berganti nama menjadi “Meta”.
Kebingungan diperkirakan akan meluas terkait nama baru Office ini, dan banyak pihak mungkin akan menertawakan keputusan yang dianggap konyol. Namun, apakah akan ada kemarahan publik seperti yang terjadi pada logo Corsair? Kemungkinan tidak. Meskipun Office telah ada selama 35 tahun dan menghasilkan ratusan miliar dolar per tahun, perbedaannya adalah Corsair membuat produk yang benar-benar disukai pengguna.





