Tren

Michael B. Jordan: “Saya Benar-benar Menangis Nonton My Hero Academia Musim Terakhir”

Aktor Hollywood Michael B. Jordan, yang dikenal lewat perannya dalam film Sinners dan nominasi Golden Globe, baru-baru ini mengungkapkan sisi emosionalnya. Ia mengaku salah satu momen paling menyentuh yang pernah ia alami saat menonton tayangan hiburan justru datang dari serial anime Jepang populer, My Hero Academia.

Dalam wawancara terbarunya bersama W Magazine, seperti dilansir Mashable Indonesia, Jordan secara blak-blakan menyebut musim terakhir My Hero Academia berhasil membuatnya meneteskan air mata. Momen tersebut, menurutnya, berpusat pada perkembangan karakter Katsuki Bakugo yang akhirnya mendapatkan pengakuan dari sosok idolanya, All Might.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Pengakuan Emosional Michael B. Jordan

“Saya benar-benar menangis saat menonton musim terakhir anime My Hero Academia,” ujar Jordan. Ia menjelaskan bahwa titik paling menyentuh baginya adalah ketika Bakugo, karakter yang telah hadir sejak musim pertama, akhirnya diakui oleh mentor sekaligus panutannya.

Melalui unggahan Instagram Reel W Magazine, Jordan menguraikan lebih lanjut alasan di balik reaksi emosionalnya tersebut. “Bakugo selalu merasa All Might mengabaikannya sepanjang serial. Dan cara mereka menyajikan momen itu sangat dramatis dan epik, sampai-sampai saya meneteskan air mata. Itu indah,” katanya.

Berdasarkan deskripsi Jordan, adegan yang dimaksud terjadi dalam My Hero Academia Musim 8 Episode 3, yang berjudul “The Final Boss!!”. Episode ini menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan penggemar karena menampilkan Bakugo kembali ke medan pertempuran dan menyelamatkan nyawa All Might dari ancaman All For One. Mureks mencatat bahwa episode ini juga meraih skor tinggi di IMDb, yaitu 9,8, setara dengan Episode 8 bertajuk “Izuku Midoriya: Rising,” berdasarkan penilaian sekitar 19 ribu pengguna.

Perjalanan Transformasi Karakter Bakugo

Dalam episode krusial tersebut, Bakugo mempertaruhkan nyawanya demi All Might, tak lama setelah dirinya sendiri lolos dari kondisi kritis. Tindakan heroik ini menandai perubahan besar karakter Bakugo yang sejak awal digambarkan sebagai sosok pemarah, penuh ambisi, dan kerap bersikap antagonistik terhadap Izuku Midoriya alias Deku. Di musim terakhir, Bakugo tampil sebagai pahlawan sejati dengan keberanian dan empati yang matang.

Momen paling emosional terjadi ketika All Might akhirnya memberikan pengakuan langsung kepada Bakugo. Dalam adegan yang menyentuh itu, All Might menyerahkan lengan berzirahnya sambil berkata, “Ulurkan tanganmu. Ini sudah tidak berfungsi, tapi setidaknya bisa menjadi penyangga.” Ia lalu memanggil Bakugo dengan nama pahlawannya, “Great Explosion Murder God Dynamight,” sebelum menambahkan, “Aku takut ini saja yang bisa kuberikan.” Adegan singkat itu ditutup dengan Bakugo yang menggenggam tangan tersebut dan tersenyum tulus, menandai penyembuhan emosional atas luka dan trauma yang selama ini ia pendam.

Bagi penggemar setia My Hero Academia, momen tersebut dianggap sebagai puncak perkembangan karakter Bakugo. Anime ini menegaskan kepercayaan All Might kepada Bakugo melalui kilas balik hubungan mereka serta iringan musik emosional karya Yuki Hayashi. Setelah momen pengakuan itu, Bakugo langsung kembali bertarung melawan All For One, sebuah adegan yang oleh Jordan disebut berlangsung dengan cara yang epik.

Kecintaan Michael B. Jordan pada Anime

Kecintaan Michael B. Jordan terhadap anime bukanlah hal baru. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap mengungkapkan referensi anime, termasuk saat mempromosikan film Creed 3 di mana ia menyinggung pertarungan Super Saiyan 2 Goku dan Majin Vegeta. Kedekatannya dengan My Hero Academia juga terlihat dari caranya berulang kali menyoroti karakter Bakugo dalam diskusi publik.

Pada November lalu, dalam sebuah video diskusi bersama Vanity Fair, Jordan menyebut pengorbanan Bakugo di Musim 7 sebagai salah satu momen paling berkesan. Dalam percakapan bersama Austin Butler dan Paul Mescal, Jordan mengatakan “kematian Bakugo merepresentasikan siapa dirinya sepanjang serial.” Ia menyebut adegan tersebut sebagai “pengorbanan diri yang epik dan sarat makna.”

Jordan juga mengungkapkan bahwa ia merasa terhubung dengan karakter anime yang sering kali merasa terasing atau tidak sepenuhnya diterima. Deskripsi tersebut, menurutnya, tidak hanya cocok untuk Deku, tetapi juga Bakugo, terutama ketika cerita My Hero Academia semakin dalam. Dengan karakter yang kompleks, emosional, dan terus berkembang, Bakugo dianggap sebagai salah satu karakter anime paling dinamis di era modern, alasan yang menjelaskan mengapa Michael B. Jordan begitu mengagumi perjalanan Dynamight hingga akhir kisahnya.

Mureks