Raksasa teknologi Meta secara resmi menunda rencana peluncuran global kacamata pintar Meta Ray-Ban Display. Keputusan mengejutkan ini diumumkan di tengah gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026, Jumat (09/01/2026), menyusul krisis pasokan yang dipicu oleh tingginya permintaan.
Awalnya, Meta berencana meluncurkan Ray-Ban Display di pasar utama seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada pada awal tahun 2026. Namun, jadwal tersebut kini dibatalkan sementara. Pihak Mark Zuckerberg mengonfirmasi bahwa perusahaan kini akan fokus total untuk memenuhi pesanan yang sudah ada di Amerika Serikat (AS).
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Permintaan Melebihi Ekspektasi, Daftar Tunggu Mengular
Penundaan ini terjadi karena permintaan pasar yang jauh melampaui ekspektasi Meta. Perusahaan menjelaskan bahwa minat yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menciptakan krisis pasokan. Akibatnya, daftar tunggu untuk perangkat seharga sekitar Rp13,4 juta ini dilaporkan mengular hingga jauh ke tahun 2026.
Meta menyatakan pihaknya telah melihat minat yang luar biasa besar sejak produk ini diluncurkan pada musim gugur lalu. Mereka kini mengalihkan fokus operasional untuk memenuhi pesanan yang sudah ada di AS, sekaligus mengevaluasi kembali strategi ketersediaan internasional mereka.
Kecanggihan Teknologi Augmented Reality Pemicu Lonjakan Minat
Ray-Ban Display pertama kali meluncur di AS pada 30 September 2025. Perangkat ini jauh lebih canggih dibandingkan varian Ray-Ban Meta yang sudah ada sebelumnya. Sebagai kacamata pintar berteknologi augmented reality (AR), perbedaan utamanya terletak pada tampilan layar warna tunggal yang tertanam pada lensa kanan. Fitur premium ini memisahkan Ray-Ban Display dari pesaing di pasar.
Fitur yang paling memicu lonjakan minat adalah “Meta Neural Band”. Meta merancang gelang khusus yang dikenakan di pergelangan tangan pengguna. Gelang ini berfungsi untuk menerjemahkan aktivitas otot, memungkinkan pengguna mengontrol pengalaman AR secara lebih intuitif. Catatan Mureks menunjukkan, kecanggihan teknologi inilah yang disinyalir memicu permintaan masif sejak peluncuran September lalu.
Tantangan Distribusi dan Kondisi Pasar AS
Meta mengakui bahwa produk inovatif ini memang memiliki persediaan yang sangat terbatas sejak awal. Namun, kesuksesan penjualan yang melampaui ekspektasi justru menjadi bumerang bagi strategi distribusi global mereka. Berita penundaan Ray-Ban Display ini menjadi kabar pahit bagi konsumen di luar AS.
Meskipun Meta fokus penuh pada pasar AS, situasi ketersediaan produk di sana pun masih penuh tantangan. Proses pembelian Ray-Ban Display tidak semudah transaksi daring biasa, menunjukkan kompleksitas dalam rantai pasokan dan distribusi perangkat berteknologi tinggi ini.






