Nasional

Menteri Sosial Gus Ipul: 166 Titik Sekolah Rakyat Beroperasi Penuh Jelang Peresmian Resmi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan bahwa 166 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi penuh dan siap diresmikan secara resmi pada pekan depan. Peluncuran program strategis ini akan dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tepatnya di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada dalam lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS).

Gus Ipul menjelaskan, peresmian atau peluncuran resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik tersebut dijadwalkan pada Senin, 12 Januari 2026. Pernyataan ini disampaikan saat Doa Bersama Mengawali Tahun 2026 di Gedung Aneka Bakti, Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Latar Belakang dan Tujuan Program

Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang selama ini luput dari proses pembangunan. Melalui program ini, mereka akan mendapatkan akses, akomodasi, dan kesempatan menempuh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas, sementara orang tua mereka juga akan menerima program pemberdayaan.

Kemensos bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan Sekolah Rakyat karena program ini merupakan bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan. “Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul.

Pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. “Saya ingin sampaikan tiga juta lebih data BPS menunjukkan, anak-anak di usia sekolah mereka tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi untuk putus sekolah. Nah sebagian di antara mereka itu sekarang berada di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Anak-anak ini, menurut Gus Ipul, adalah calon Generasi Emas 2045 yang harus mendapatkan perhatian negara, sejalan dengan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 tentang fakir miskin dan anak-anak terlantar yang dipelihara oleh negara. “Ini kelihatannya sederhana, tetapi sangat mendasar. Maka sekolah rakyat menjadi salah satu yang harus kita sukseskan,” tambahnya.

Mureks merangkum, Sekolah Rakyat dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan yang komprehensif. Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan anak bagi keluarga tidak mampu, tetapi juga melakukan pemberdayaan orang tua secara simultan. Keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan rumah, orang tua menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, menerima bantuan sosial lengkap sesuai periode tertentu, mendapatkan PBI JKN, serta makan bergizi dan cek kesehatan.

Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah aktif mengikuti pembelajaran di 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah. Pembelajaran didukung teknologi digital Learning Management System (LMS), di mana setiap siswa mendapatkan satu unit laptop dan kegiatan belajar mengajar di kelas menggunakan papan digital interaktif atau smartboard.

Kurikulum Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan siswa. Proses penerimaan peserta didik tidak mengandalkan tes akademik semata, melainkan melalui pemetaan potensi untuk mengenali talenta unik setiap anak.

Target dan Keberlanjutan

Keberlanjutan lulusan Sekolah Rakyat menjadi perhatian utama pemerintah. Jalur lanjutan disiapkan melalui beasiswa pendidikan tinggi serta akses ke dunia kerja melalui kerja sama lintas sektor. Seluruh siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2, tanpa melalui seleksi akademik.

Selain 166 titik yang sudah berjalan, proses pembukaan sekolah rakyat rintisan terus berlanjut di sejumlah lokasi lain, dengan target mencapai 500 titik pada tahun 2029. Pada saat bersamaan, pembangunan sekolah rakyat permanen juga telah dimulai di 104 titik dan ditargetkan mencapai 200 titik pada tahun 2027. Pembangunan sekolah permanen ini bertujuan mengoptimalkan daya tampung hingga seribu siswa per sekolah, sehingga target total 500 ribu siswa dapat tercapai.

Presiden Prabowo Subianto bersama para Menteri Kabinet Merah Putih serta para kepala daerah dijadwalkan hadir dalam peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). Acara tersebut juga akan menjadi wadah bagi siswa Sekolah Rakyat untuk menampilkan bakat dan kompetensinya, seperti atraksi baris-berbaris, teater, paduan suara, serta pidato dalam Bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin.

Mureks