Tren

Menteri Bahlil Pastikan Pabrik Baterai Listrik CATL di Karawang Beroperasi Semester I-2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan pabrik baterai listrik terintegrasi yang digarap konsorsium pimpinan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dapat mulai beroperasi pada semester I-2026.

Proyek perakitan baterai kendaraan listrik ini merupakan bagian hilir dari kesepakatan kerja sama antara CATL dengan Indonesia Battery Corporation (IBC), yang dikenal dengan nama Proyek Dragon. Investasi raksasa baterai asal China tersebut pada Proyek Dragon dilakukan melalui Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL), sebuah usaha patungan bersama Brunp dan Lygend. Kedua perusahaan terakhir memiliki keahlian dalam pembuatan bahan baku baterai.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

“Khusus untuk hilirisasi nikel, ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di-groundbreaking oleh bapak Presiden Prabowo di Karawang yang punya CATL direncanakan pada semester I-2026 itu sudah kita resmikan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).

Menurut Mureks, Proyek Dragon diperkirakan menelan investasi sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp98,58 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.430 per dolar AS. Proyek ini menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Usaha Patungan Proyek Dragon

Kerja sama antara CATL dan IBC melalui Proyek Dragon ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengoptimalkan potensi nikel sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Keterlibatan Brunp dan Lygend dalam usaha patungan CBL juga memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.

Tim redaksi Mureks mencatat bahwa pengembangan industri hilirisasi nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri.

Mureks