Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia bersiap untuk mengekspor jagung pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Amran di tengah melimpahnya produksi dan stok jagung nasional, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan domestik sekaligus membuka peluang pasar internasional.
Amran menyampaikan hal tersebut dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung yang berlangsung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, pada Kamis, 8 Januari 2026. Menurut pantauan Mureks, optimisme ini didasari oleh perhitungan luas lahan panen yang signifikan.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Potensi Ekspor dan Serapan Bulog
“Kami hitung tadi totalnya 700 ribu hektar. Kalau dikali 5 ton saja, itu 3,5 juta ton setengah. Kita siap-siap ekspor, dan Bulog dari sekarang harus siap untuk serapannya,” kata Amran dalam keterangan resminya. Ia menekankan pentingnya peran Bulog dalam menyerap hasil panen untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produksi jagung pipilan kering (JPK) dengan kadar air 14 persen pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,44 persen atau setara 974 ribu ton dibandingkan produksi tahun 2024. Peningkatan volume produksi ini, menurut BPS, didorong oleh bertambahnya luasan lahan panen jagung tahunan sebesar 6,73 persen, mencapai 2,72 juta hektar.
Lebih lanjut, BPS juga memprediksi tren peningkatan produksi jagung akan berlanjut pada Januari dan Februari 2026. Diperkirakan, produksi JPK kadar air 14 persen pada dua bulan pertama tahun 2026 akan mencapai 3,15 juta ton.
Jagung sebagai Strategi Kesejahteraan
Menurut Amran, kebijakan pemerintah di sektor pertanian, khususnya jagung, bukan hanya sekadar urusan pangan. Ia memandang ini sebagai strategi besar untuk membangun kesejahteraan dan ketertiban masyarakat. Menanam jagung, baginya, adalah solusi di hulu untuk menekan kemiskinan, pengangguran, dan kejahatan.
“Kalau tiga-tiganya ini terjadi, ini sama dengan preventif untuk mencegah kejahatan. Jadi kita cegat di hulu, bukan di hilir. Bukan setelah dia berbuat kejahatan,” ujar Amran, menegaskan pendekatan preventif melalui penguatan sektor pertanian.
Janji Swasembada dan Rencana Ekspor Beras
Sebelumnya, Amran telah menjanjikan swasembada jagung dalam waktu dekat kepada Presiden Prabowo Subianto. Janji ini diungkapkan langsung oleh Prabowo saat mengumumkan swasembada beras tahun 2025 di Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.
“Saya dijanjikan oleh Pak Amran, oleh Wakil Menteri Pertanian (Sudaryono), didukung TNI dan polri, dijanjikan bahwa jagung pun kita dalam waktu dekat akan swasembada,” kata Prabowo di lokasi tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Amran juga menyampaikan kepada Presiden Prabowo terkait rencana ekspor beras pada tahun 2026. Peluang ini terbuka berkat tingginya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog serta stok beras awal tahun yang melimpah. “Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog izinnya dan serapannya, 3 bulan ke depan. Sama saja 2025, aku tidak minta lebih. Sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini,” pungkas Amran.






