Denzel Washington, nama yang tak asing lagi di kancah perfilman global, kerap disebut sebagai salah satu aktor terhebat dan paling produktif sepanjang masa. Klaim ini diperkuat oleh Brooklyn White-Grier, penulis senior The New York Times, yang pada 28 Desember 2025 melalui platform X (Twitter) menyatakan bahwa Denzel telah membintangi begitu banyak film sehingga seseorang bisa menonton satu filmnya setiap minggu selama setahun penuh tanpa mengulang.
Fakta ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Malcolm McMillan, seorang editor streaming. Setelah melakukan verifikasi, McMillan mengonfirmasi kebenaran klaim tersebut dan memutuskan untuk memulai tantangan pribadi: meninjau satu dari 52 film Denzel Washington setiap minggunya. Proyek ini dimulai dengan “Carbon Copy”, sebuah drama-komedi tahun 1981 yang menandai debut Denzel di layar lebar dan hingga kini tetap menjadi salah satu penampilannya yang paling kontroversial.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Bagi Anda yang penasaran, film “Carbon Copy” dapat disaksikan secara gratis melalui layanan streaming seperti Tubi, Pluto TV, dan The Roku Channel. Film ini mengisahkan Walter (diperankan George Segal), seorang pengusaha Yahudi kaya yang menyamarkan identitasnya sebagai anggota masyarakat kelas atas di San Marino, California. Kehidupan Walter yang mapan, lengkap dengan rumah mewah, mobil, pekerjaan, dan istri, seketika berubah drastis.
Perubahan itu terjadi saat Roger (Denzel Washington) tiba di kantor Walter yang mewah dan mengungkapkan bahwa ia adalah putra kandung Walter. Sejak kehadiran Roger, kehidupan Walter berbalik 180 derajat. Ia kehilangan segalanya hanya karena menolak untuk menyangkal putranya yang berkulit hitam. Premis ini, menurut catatan Mureks, memiliki potensi besar untuk menjadi cerminan tajam masyarakat Amerika, mengungkap bigotry yang terselubung maupun terang-terangan.
Namun, eksekusi “Carbon Copy” menuai banyak kritik. Meskipun film ini berupaya menyoroti rasisme, banyak penonton menganggapnya kontroversial, bahkan ofensif, karena nuansa blaxploitation yang terasa kasar. Naskah film ini sendiri dianggap buruk, bahkan drama panggung “The Engagement Baby” yang menjadi dasarnya hanya bertahan empat kali pertunjukan di Broadway sebelum dibatalkan.
Terlepas dari segala kekurangan dan kontroversinya, penampilan Denzel Washington dalam “Carbon Copy” patut diacungi jempol. Bahkan di film debutnya ini, karisma, daya tarik, dan kecerdasan Denzel sudah terlihat jelas. Penonton akan merasakan energi yang berbeda setiap kali ia muncul di layar, menunjukkan potensi bintang besar yang akan datang.
Lebih lanjut, tim redaksi Mureks menyoroti keanehan rating film ini. “Carbon Copy” awalnya diberi rating PG, sebuah klasifikasi yang sangat tidak sesuai mengingat adanya adegan percobaan pemerkosaan di awal film, adegan seks setelah perpisahan pasangan, dan penggunaan kata “N-word” oleh karakter Denzel. Padahal, film ini awalnya memiliki rating R. Jika saja “Carbon Copy” dibuat sebagai drama serius berating R yang membahas pergulatan seorang pria kulit putih dengan isu rasial setelah menerima putranya yang berkulit hitam, mungkin hasilnya akan jauh berbeda.
Pada akhirnya, “Carbon Copy” dinilai sebagai drama-komedi yang gagal dieksekusi, dengan rating hanya satu dari lima bintang. Namun, satu hal yang tak terbantahkan adalah perannya sebagai panggung awal bagi seorang Denzel Washington, yang kemudian tumbuh menjadi salah satu ikon perfilman dunia. Untuk itu, kita patut berterima kasih pada film kontroversial ini.


