Kekuatan Monkey D. Luffy di wujud Gear 5 kerap disebut ‘curang’ oleh para penggemar. Pasalnya, Awakening Hito Hito no Mi, Model: Nika yang ia capai di Gear 5 tidak hanya menunjukkan ciri khas Awakening Zoan, tetapi juga menampilkan aspek Awakening Paramecia secara bersamaan. Kombinasi inilah yang sempat membuat Kaido kebingungan membaca gaya bertarung Gear 5, dan mengapa melawan Luffy dalam wujud ini terasa sangat tidak adil, bahkan bagi petarung papan atas.
Buktinya, kekalahan epik Rob Lucci yang telah mencapai Awakening Zoan sempurna, namun tetap tidak cukup untuk menandingi Luffy. Padahal, dunia One Piece selama ini mengajarkan bahwa Awakening Zoan dan Paramecia memiliki pola serta ciri khasnya masing-masing. Namun, Gear 5 seolah melanggar batas itu.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Aspek Awakening Paramecia: Memengaruhi Lingkungan Sekitar
Sejak Donquixote Doflamingo memamerkan kekuatannya di Dressrosa, konsep Awakening Paramecia menjadi jelas. Polanya adalah, sebelum Awakening, kekuatan berpusat pada tubuh pengguna. Setelah Awakening, kekuatan itu bisa menyebar dan memengaruhi lingkungan sekitar.
- Doflamingo mampu mengubah jalanan dan bangunan menjadi benang yang bisa ia kendalikan.
- Charlotte Katakuri bisa mengubah area di sekitarnya menjadi mochi, menjadikan medan tempur bagian dari tubuhnya.
- Eustass Kid bahkan dapat memberi sifat magnet ke objek dan orang lain, hingga Big Mom sempat tertimbun tumpukan logam.
Di sinilah Monkey D. Luffy terasa berbeda kelas. Dalam Gear 5, Luffy jelas menunjukkan aspek Awakening Paramecia: ia mampu menyebarkan sifat tubuhnya ke lingkungan sekitar. Tanah, bangunan, bahkan tubuh lawan bisa ikut ‘terinfeksi’ efek kekuatannya. Namun, yang menarik, efek ini bukan sekadar karet.
Alih-alih hanya membuat lingkungan lentur seperti karet biasa, Gear 5 menghadirkan sesuatu yang lebih ekstrem: logika kartun. Contohnya, tubuh Kaido bisa menggelembung dari dalam saat Luffy menyerangnya, seolah-olah Kaido adalah balon. Petir pun bisa diraih dengan tangan kosong, diperlakukan seperti objek fisik, lalu dilempar begitu saja. Lingkungan sekitar tidak hanya berubah bentuk, tetapi berperilaku sesuai kehendak Luffy, bukan hukum alam. Catatan Mureks menunjukkan, karakteristik Awakening Paramecia pada Gear 5 melampaui konsep ‘mengubah lingkungan’ dan masuk ke ranah memperlakukan realitas sebagai properti kartun. Inilah yang membuat manipulasi sekeliling ala Nika terasa jauh di atas Paramecia standar, padahal buahnya sendiri bukan Paramecia.
Aspek Awakening Zoan: Wujud Transformasi Baru dengan Hagoromo
Ciri paling konsisten dari Awakening Zoan sempurna adalah munculnya wujud transformasi baru, yang hampir selalu ditandai dengan asap berbentuk hagoromo, selendang kayangan yang melingkari bahu atau tubuh penggunanya. Penanda visual ini muncul pada tipe Zoan apapun:
- Zoan reguler seperti Rob Lucci dengan wujud leopard Awakened.
- Mythical Zoan seperti Rimoshifu Killingham dan Yamato (meski belum gamblang dikatakan Awakening).
- Gorosei, yang juga semua punya hagoromo.
Tentu saja, Luffy, yang juga Mythical Zoan, punya hagoromo. Dari sisi ini saja, Gear 5 jelas memenuhi kriteria Awakening Zoan: ada transformasi baru, ada hagoromo yang jelas dan ‘berwujud’, serta ada perubahan pada cara tubuh Luffy berfungsi.
Namun, Gear 5 juga terasa janggal jika dibandingkan Zoan Awakening lain. Biasanya, Awakening Zoan identik dengan peningkatan kekuatan fisik besar, daya hancur yang melonjak, stamina dan ketahanan ekstrem, serta kemampuan untuk terus bertarung meski menerima kerusakan parah. Bahkan yang Awakening-nya tidak sempurna seperti Jailer Beast Impel Down pun mendapatkan semua itu, hanya kehilangan sisi manusia mereka. Sebaliknya, Gear 5 justru memiliki kelemahan mencolok.
Luffy bisa kehabisan stamina! Ia bisa tiba-tiba kehilangan wujud Gear 5, bahkan berubah menjadi tua renta sementara jika energinya habis. Karakteristik ini terasa tidak lazim untuk Zoan Awakening, dan malah mirip dengan Awakening Paramecia. Awakening Paramecia adalah teknik berisiko tinggi, sangat menguras stamina, dan hanya digunakan oleh pengguna seperti Trafalgar Law dan Eustass Kid ketika tidak ada pilihan lain.
Paradoks Gear 5: Kekuatan Zoan dengan Kelemahan Paramecia
Gear 5 menjadi menarik karena secara bentuk dan simbol, ia adalah Awakening Zoan sejati, sesuai dengan buahnya yang memang Mythical Zoan. Namun, Gear 5 juga punya konsekuensi kelelahan hebat seperti Paramecia Awakening. Dengan kata lain, Gear 5 berwujud Zoan tetapi secara ajaib punya kelemahan sekaligus kekuatan Paramecia. Paradoks inilah yang membuat Gear 5 terasa begitu ‘aneh’, dan sekaligus menjelaskan mengapa melawan Luffy dalam wujud ini sangat sulit, tetapi tidak pernah sepenuhnya aman bagi Luffy sendiri.
Apakah Ada Buah Iblis Lain yang Sejenis dengan Nika?
Mureks merangkum, dari Buah Iblis yang dikonfirmasi, belum ada yang sifatnya seperti model Nika, yang secara teknis Mythical Zoan namun karakteristik Paramecianya juga kuat. Inilah yang membuat Luffy menjadi sangat unik. Jika kita bandingkan satu per satu, pola Awakening Buah Iblis lain masih cukup konsisten.
- Untuk Awakening Paramecia: Charlotte Katakuri dan Donquixote Doflamingo mampu memengaruhi sekeliling, mengubah lingkungan menjadi mochi atau benang. Namun, tubuh mereka sendiri tidak mengalami transformasi fisik total; tidak ada wujud baru atau hagoromo.
- Untuk Awakening Mythical Zoan: Sosok seperti Lucci dan Killingham mendapatkan transformasi dengan hagoromo. Namun, cara mereka memengaruhi lingkungan berbeda dari Paramecia Awakening. Efeknya terasa sebagai bonus kekuatan spesifik, bukan manipulasi bebas ala Luffy. Contoh paling jelas mungkin Rimoshifu Killingham yang bisa mewujudkan mimpi orang ke dunia nyata, tetapi itu lebih terasa sebagai efek samping kekuatan ekstra Kirin, bukan perubahan lingkungan fleksibel seperti Paramecia Awakening. Sejauh ini, Killingham juga tidak menunjukkan kelemahan Paramecia seperti Luffy.
Satu-satunya sosok yang mendekati keanehan Gear 5 justru bukan pengguna Buah Iblis biasa, melainkan Imu. Saat menghadapi Sabo, Imu memanipulasi bentuk tubuhnya secara ekstrem hingga melahap api. Lalu, ia beberapa kali menunjukkan kemampuan Domi Reversi, mengubah orang lain menjadi makhluk iblis, sebuah bentuk manipulasi sekeliling yang terasa di luar klasifikasi standar. Masalahnya, sampai sekarang belum jelas apakah kekuatan Imu berasal dari Buah Iblis, sihir, atau sistem kekuatan lain yang belum sepenuhnya dijelaskan.
Yang menarik, jika situasinya begini, maka Luffy terasa cocok banget lawan Imu. Jika Luffy adalah dewa kebebasan yang mengubah dunia menjadi arena komedi kartun, maka Imu tampaknya adalah kebalikan totalnya, sosok yang juga mendobrak aturan dunia tetapi untuk mengontrol, membalik, dan mengekang penduduknya.


