Tren

Mengguncang Pasar Audio: Earbud Final ZE300 Seharga Rp 700 Ribuan Tawarkan Kualitas Setara Produk Premium

Sabtu, 10 Januari 2026, menjadi awal tahun yang mengejutkan bagi Nikita Achanta, seorang penulis senior di tim ulasan Tom’s Guide. Ia mengaku pandangannya terhadap earbud murah berubah drastis setelah menguji sepasang earbud Final ZE300. Produk audio asal Jepang ini, yang dibanderol kurang dari Rp 800 ribu, disebut-sebut mampu menyajikan kualitas suara setara dengan earbud premium seharga jutaan rupiah.

Kualitas Suara Final ZE300: Melampaui Ekspektasi

Achanta, yang telah mengulas banyak perangkat audio, menyatakan bahwa Final ZE300 benar-benar mengubah persepsinya tentang earbud ekonomis. Sebelumnya, catatan Mureks menunjukkan bahwa earbud di segmen harga terjangkau seringkali mengorbankan kualitas suara atau kenyamanan. Namun, ZE300 membuktikan sebaliknya dengan menawarkan kualitas audio yang luar biasa di berbagai genre musik.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Vokal dalam lagu-lagu seperti ‘Above the Neck’ dari Sofia Isella dan ‘The Chain’ dari Fleetwood Mac terdengar spektakuler, detail, lantang, dan jernih. Setiap kata memiliki karakter yang kuat, bahkan dalam lagu-lagu yang kaya instrumen. Bass pada lagu ‘Cocoon’ oleh 070 Shake dan ‘Money’ dari Pink Floyd terasa hangat dan bertenaga, dengan distorsi yang pas sesuai keinginan artis.

Yang lebih mengesankan, Final ZE300 tidak kewalahan saat menghadapi banyak instrumen, sebuah kelemahan umum pada perangkat audio murah. Dalam lagu ‘Une vie à rêver’ dari soundtrack Clair Obscur: Expedition 33, setiap instrumen terdengar seimbang satu sama lain, sementara nada tinggi Alice Duport-Percier tidak pernah terdengar terlalu melengking atau menusuk telinga.

Desain Ringan dan Kenyamanan Maksimal

Selain kualitas suara, kenyamanan menjadi nilai jual utama Final ZE300. Dengan berat hanya 4 gram (0.14oz), earbud ini sangat ringan, kecil, dan ringkas. Achanta bahkan mengaku sering lupa sedang mengenakannya. Meskipun ringan, earbud ini tetap pas di telinga dan tidak mudah lepas, bahkan saat beraktivitas.

Final juga menyematkan fitur ‘Airflow Ports’ pada ZE300. Ini adalah port internal kecil yang tidak terlihat, berfungsi melepaskan tekanan udara di dalam saluran telinga. Fitur ini secara signifikan mengurangi ketegangan pada gendang telinga, memungkinkan pengguna memakai earbud selama berjam-jam tanpa merasa tidak nyaman. Tampilan premium dengan hasil akhir matte juga membuat ZE300 terlihat mahal dan tidak mudah meninggalkan sidik jari, berbeda dengan earbud berfinishing glossy.

Beberapa Kekurangan yang Dapat Dimaklumi

Meski sangat mengesankan, Final ZE300 tidaklah sempurna. Beberapa kekurangan yang ditemukan antara lain:

  • Tidak Ada Aplikasi Pendamping: Meskipun Final memiliki aplikasi Final Connect untuk earbud dan headphone lainnya, ZE300 tidak didukung. Ini berarti pengguna tidak dapat menyesuaikan equalizer, meski kualitas suara bawaannya sudah sangat baik.
  • Tidak Ada Deteksi Pemakaian: Musik tidak otomatis berhenti saat earbud dilepas. Namun, fitur ini jarang ditemukan pada earbud di rentang harga serupa.
  • Tidak Ada Pengisian Daya Nirkabel: Casing pengisi daya tidak mendukung pengisian daya nirkabel.

Mengingat harganya yang kurang dari Rp 800 ribu, kekurangan-kekurangan ini dianggap minor dan tidak mengurangi nilai keseluruhan Final ZE300. Achanta sangat merekomendasikan earbud ini bagi siapa pun yang mencari kualitas audio premium tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Mureks