Lifestyle

Masjidil Haram Selalu Terang Benderang: Mengungkap Inovasi Energi Mandiri Arab Saudi untuk Jutaan Jemaah

Di tengah hiruk pikuk jutaan jemaah yang tak pernah surut, Masjidil Haram di Makkah selalu memancarkan cahaya, siang dan malam. Keajaiban penerangan tanpa henti ini bukan sekadar kebetulan, melainkan buah dari sistem inovasi energi yang canggih dan mandiri, dirancang untuk menopang aktivitas ibadah terbesar di dunia.

Otoritas Arab Saudi mengungkapkan, Masjidil Haram memiliki 11 sumber pasokan listrik utama dan cadangan. Sistem berlapis ini memungkinkan masjid beroperasi mandiri, tanpa bergantung pada stasiun cadangan eksternal, sebuah capaian yang telah bertahan selama lebih dari empat dekade.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Sistem Energi Mandiri yang Canggih

Ghazi Al Shahrani, CEO Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci, menegaskan keunikan Masjidil Haram sebagai fasilitas terbesar, teraktif, dan paling banyak dikunjungi di dunia. “Hal ini menjadikan isu keberlanjutan sebagai sesuatu yang tak terelakkan dan sangat menentukan bagi kami,” ujar Al Shahrani, seperti dikutip dari Gulf News.

Stabilitas listrik menjadi prioritas mutlak di tengah beban aktivitas yang masif. Oleh karena itu, sistem kelistrikan dirancang berlapis, dilengkapi pengaman yang menjaga aliran tetap stabil, bahkan saat terjadi lonjakan konsumsi.

Tak berhenti pada ketahanan listrik, menurut Mureks, otoritas pengelola Dua Masjid Suci juga terus berinovasi. Al Shahrani menyebutkan kerja sama dengan berbagai mitra untuk mengadopsi aplikasi manajemen fasilitas pintar dan sensor berteknologi tinggi, guna meningkatkan kualitas layanan jemaah. Konsep “akses komprehensif” juga diterapkan, memastikan seluruh fasilitas ramah dan mudah diakses penyandang disabilitas, sebagai bagian dari modernisasi tanpa menghilangkan kesakralan.

Peningkatan jumlah jemaah secara signifikan turut memicu kebutuhan energi yang lebih besar. Dilansir dari Saudi Gazette, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq al-Rabiah, mencatat lebih dari 18,5 juta umat Islam menunaikan haji dan umrah sepanjang tahun 2024.

Lonjakan serupa terjadi di Madinah, dengan kunjungan ke Raudhah di Masjid Nabawi yang meningkat dari sekitar 4 juta pada 2022 menjadi lebih dari 13 juta pada 2024. Data ini, tim redaksi Mureks mencatat, berdampak langsung pada kebutuhan energi, air, dan pengelolaan lingkungan di kota-kota suci.

Inovasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi dan Air Bersih

Menjawab tantangan tersebut, Arab Saudi menghadirkan terobosan besar dengan mengubah sampah menjadi sumber energi listrik dan air bersih. Inovasi ini dipamerkan dalam Forum Riset Haji, Umrah, dan Kunjungan yang digelar di Madinah, Oktober 2025.

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), proyek ini mengolah sampah dari area suci menggunakan teknologi pembakaran canggih. Teknologi tersebut tidak hanya mengurangi volume limbah hingga 90 persen, tetapi juga menghasilkan energi listrik serta air siap pakai bagi jemaah.

Penelitian tim akademisi Saudi menunjukkan potensi besar proyek tersebut. Setiap hari, sekitar 20.000 ton sampah padat dan 550 ton lumpur dapat diolah menjadi 12.546 megawatt-jam listrik serta 22 juta liter air yang berhasil dipulihkan. Sistem pemantauan cerdas ini mendukung ekonomi sirkular, sejalan dengan Visi Saudi 2030, dan memposisikan Dua Masjid Suci sebagai model global pengelolaan berkelanjutan.

Masjidil Haram: Kota Suci yang Selalu Bercahaya

Pemandangan malam di Masjidil Haram menjadi simbol nyata kota suci yang tak pernah tidur. Menurut Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, lebih dari 120.000 unit lampu menerangi area masjid, mulai dari halaman, menara, hingga atap.

Secara spesifik, terdapat 6.900 lampu gantung besar, lebih dari 500 lampu interior, serta sekitar 1.000 lampu tambahan di kolom dan dinding luar masjid. Seluruhnya berpadu menjadikan Masjidil Haram tetap terang benderang dan aman sepanjang waktu, memastikan kenyamanan ibadah bagi jutaan jemaah.

Mureks