Lifestyle

Surah Maryam untuk Ibu Hamil: Mengungkap Dalil dan Keutamaannya dalam Perspektif Islam

Kepercayaan akan keutamaan Surah Maryam bagi ibu hamil telah lama beredar di kalangan masyarakat muslim. Surah ke-19 dalam Al-Qur’an ini diyakini membawa manfaat baik bagi janin dan proses persalinan. Namun, benarkah ada dalil eksplisit yang menganjurkan pembacaan surah ini secara khusus bagi ibu hamil?

Dalil dan Anjuran Membaca Surah Maryam

Tidak ada dalil syar’i yang secara eksplisit menganjurkan pembacaan Surah Maryam khusus bagi ibu hamil. Kendati demikian, mengamalkan surah ini tetap diperbolehkan dan bahkan dianjurkan sebagai bagian dari ibadah membaca Al-Qur’an.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Menurut buku Agar Momonganmu Cantik dan Tampan, Lapis-lapis Keberkahan Surat Yusuf dan Maryam bagi Ibu Hamil susunan Ana Syarafatin, para sahabat dan rasul pun tidak pernah secara khusus menganjurkan praktik ini. Namun, isi Surah Maryam yang mengisahkan keteladanan Maryam sebagai wanita taat kepada Allah SWT serta doa Nabi Zakariya AS memohon keturunan, menjadi inspirasi bagi para ibu hamil.

Harapan para ibu yang membaca surah ini adalah agar anak yang dikandungnya memiliki kecantikan hati dan ketakwaan seperti Maryam. Membaca Al-Qur’an, termasuk Surah Maryam, merupakan salah satu ibadah yang mendatangkan kebaikan bagi setiap muslim.

Surah Maryam sendiri terdiri dari 98 ayat dan diturunkan di Makkah, sehingga tergolong surah Makkiyah.

Ayat-Ayat Surah Maryam yang Umum Diamalkan Ibu Hamil

Seluruh isi Surah Maryam dapat diamalkan oleh ibu hamil. Namun, beberapa ayat yang sering dibaca adalah ayat 1-11, yang mengisahkan doa Nabi Zakariya AS memohon keturunan. Berikut adalah bacaan dan artinya:

1. كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ
Kaf Ha Ya ‘Ain Shad

2. ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ
Zikru raḥmati rabbika ‘abdahụ zakariyyā
Artinya: “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,”

3. اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا
Iż nādā rabbahụ nida`an khafiyyā
Artinya: “(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”

4. قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا
Qaala rabbi innii wahanal-‘azmu minnī wasyta’alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu’a`ika rabbi syaqiyyaa
Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku’.”

5. وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ
Wa innii khiftul-mawaaliya miw waraa`ii wa kaanatimra`atii ‘aqiran fa hab lii mil ladungka waliyyaa
Artinya: “Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu”

6. يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
Yariṡunii wa yariṡu min aali ya’qụba waj’al-hu rabbi raḍiyyaa
Artinya: “Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.”

7. يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ِۨاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا
Yaa zakariyya innaa nubasysyiruka bigulaaminismuhụ yaḥyaa lam naj’al lahụ ming qablu samiyyaa
Artinya: “(Allah berfirman), ‘Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.'”

8. قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا
Qaala rabbi annaa yakụnu lii gulāmuw wa kānatimra`atī ‘āqiraw wa qad balagtu minal-kibari ‘itiyyaa
Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?'”

9. قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا
Qaala każālik, qaala rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai`aa
Artinya: “(Allah) berfirman, ‘Demikianlah.’ Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali’.”

10. قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا
Qaala rabbij’al lī aayah, qāla aayatuka allaa tukalliman-nāsa ṡalāṡa layālin sawiyyaa
Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.’ (Allah) berfirman, ‘Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.'”

11. فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا
Fa kharaja ‘alā qaumihī minal-miḥrābi fa auḥaa ilaihim an sabbiḥụ bukrataw wa ‘asyiyyā
Artinya: “Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.”

Keutamaan Membaca Surah Maryam bagi Ibu Hamil

Meskipun tidak ada dalil khusus, beberapa ulama dan penulis buku keislaman menyebutkan keutamaan membaca Surah Maryam bagi ibu hamil. Mureks merangkum, beberapa keutamaan yang diyakini dari pembacaan Surah Maryam bagi ibu hamil, sebagaimana dinukil dari buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam karya Rizem Aizid dan buku Panduan Hamil Sehat & Syar’i tulisan Sa’idatul Nafisah, antara lain:

  • Memudahkan persalinan
  • Anaknya terlahir cantik
  • Mendapat rahmat dan rida Allah SWT
  • Mendapat keturunan yang baik
  • Dijaga kesuciannya

Wallahu a’lam.

Mureks