Olahraga

Maresca Terancam Pemecatan di Chelsea, Ungkap “48 Jam Terburuk” Sejak Melatih

London, Mureks – Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, berada di bawah tekanan hebat menyusul serangkaian hasil buruk yang membuat posisinya di Stamford Bridge terancam. Klub London Barat itu hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di Liga Primer, memicu spekulasi pemecatan jika performa tim tidak membaik sepanjang Januari 2026.

Menurut laporan terbaru dari Sky Sports, manajemen Chelsea diyakini tengah mempertimbangkan masa depan Maresca setelah performa mengecewakan pada Desember. Hasil buruk tersebut tidak hanya membuat The Blues terlempar dari persaingan perebutan gelar, tetapi juga melorot ke posisi kelima di klasemen liga.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Performa Buruk dan Poin yang Hilang

Desember menjadi bulan yang kelam bagi Chelsea di bawah asuhan Maresca. Tim menelan kekalahan dari Leeds United di Liga Primer dan Atalanta di Liga Champions pada awal bulan. Kekalahan ini menempatkan mereka di peringkat ke-13 klasemen kompetisi klub utama Eropa, yang berarti Chelsea harus mengalahkan Pafos dan Napoli dalam dua laga terakhir untuk memiliki peluang lolos otomatis ke babak 16 besar.

Selain kekalahan, Chelsea juga mencatatkan dua hasil imbang melawan Bournemouth dan sekali melawan Newcastle United. Puncaknya, mereka dikalahkan Aston Villa 2-1 pada Sabtu lalu. Mureks mencatat bahwa Chelsea telah kehilangan 13 poin dari posisi unggul di liga musim ini, enam di antaranya terjadi di kandang sendiri, Stamford Bridge.

Satu-satunya kabar baik datang dari ajang Carabao Cup, di mana Chelsea berhasil memastikan tempat di semifinal. Mereka akan menghadapi Arsenal dalam dua leg, setelah meraih kemenangan 3-1 atas pemimpin klasemen League One, Cardiff City.

Kontroversi Komentar “48 Jam Terburuk”

Tekanan terhadap Maresca semakin meningkat setelah komentarnya yang kontroversial pasca-kemenangan tunggal Chelsea di bulan Desember melawan Everton. Pelatih asal Italia itu menyebut persiapan timnya sebagai “48 jam terburuknya” sejak penunjukannya pada Juni 2024.

Ketika ditanya mengenai kurangnya dukungan yang ia rasakan, Maresca bersikeras bahwa ia “mencintai” para penggemar Chelsea, memicu spekulasi bahwa kritiknya ditujukan kepada pemilik klub, Todd Boehly dan Clearlake Capital yang dipimpin Behdad Eghbali.

Dalam konferensi pers selepas pertandingan, Maresca menyatakan:

“Inilah alasan mengapa saya memuji para pemain, karena dengan begitu banyak masalah mereka sudah bermain sangat baik setelah minggu yang rumit. Sejak saya bergabung dengan klub ini, 48 jam terakhir adalah 48 jam terburuk, karena banyak orang tidak mendukung kami. Jadi saya sangat senang untuk Malo (Gusto) pada saat itu, karena upaya dari Malo dan yang lainnya menunjukkan mereka semua ada di sini, dan ingin membantu klub ini.”
“48 jam terburuk sejak saya bergabung dengan klub ini, karena orang-orang tidak mendukung saya dan tim. Secara umum. Saya mencintai fans, dan saya sangat senang dengan fans.”

Januari yang Menentukan

Setelah pernyataan kontroversial tersebut dan performa tim yang mengkhawatirkan, Sky Sports mengklaim Maresca harus segera menghentikan penurunan performa klub di bulan Januari jika ia ingin mempertahankan pekerjaannya.

Jadwal Chelsea di awal tahun 2026 terbilang berat:

  • Minggu, 4 Januari: Bertandang ke markas pemuncak klasemen Manchester City di Liga Primer. Gelandang kunci Moises Caicedo dipastikan absen karena akumulasi kartu.
  • Jumat, 10 Januari: Membuka kampanye Piala FA dengan laga tandang melawan tim Championship, Charlton Athletic.
  • Selasa, 14 Januari: Menjamu Arsenal di leg pertama semifinal Carabao Cup. Caicedo juga diskors untuk pertandingan ini.
  • Selasa, 21 Januari: Menjamu tim Siprus, Pafos, di Liga Champions.
  • Selasa, 28 Januari: Menyelesaikan komitmen fase liga Liga Champions dengan perjalanan tandang ke Napoli, yang dilatih oleh mantan bos The Blues, Antonio Conte.

Selain itu, Chelsea juga akan menghadapi pertandingan Liga Primer melawan Fulham (7 Januari/tandang), Brentford (17 Januari/kandang), dan Crystal Palace (25 Januari/tandang).

Saat ini, Chelsea berada di peringkat 13 klasemen Liga Champions, dua poin di luar delapan besar yang merupakan jalur otomatis ke babak 16 besar.

Rekam Jejak Maresca di Chelsea

Maresca ditunjuk sebagai manajer Chelsea pada Juni 2024 dengan kontrak lima tahun, menggantikan Mauricio Pochettino yang pergi atas kesepakatan bersama. Di musim penuh pertamanya sebagai pelatih (2024/2025), Maresca berhasil membawa Chelsea meraih gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Klub juga finis di posisi keempat Liga Primer, mengamankan kualifikasi Liga Champions untuk musim ini (2025/2026).

Namun, performa impresif di musim perdana tersebut kini berbanding terbalik dengan awal musim 2025/2026 yang penuh tantangan, menempatkan Maresca dalam situasi genting.

Mureks