Los Angeles Lakers menutup tahun 2025 dengan hasil mengecewakan, menelan kekalahan telak dari Detroit Pistons. Bintang Lakers, Luka Doncic, memimpin timnya dengan 30 poin dan 11 assist, namun performa impresifnya tak cukup membendung dominasi fisik Pistons, terutama di kuarter keempat.
Pertandingan yang berlangsung sengit selama tiga kuarter awal itu berbalik arah drastis saat Lakers tak mampu lagi mengimbangi permainan keras Detroit. Pistons, yang dikenal dengan gaya bermain sangat fisik dan memiliki rekor terbaik di Wilayah Timur, berhasil memanfaatkan kelemahan Lakers di fase krusial.
Dapatkan berita menarik lainnya di mureks.co.id.
Doncic Soroti Kebutuhan Fisik
Luka Doncic mengakui timnya sebenarnya bermain cukup baik di sebagian besar pertandingan. Namun, ia menekankan pentingnya menandingi kekuatan fisik lawan yang menjadi ciri khas Pistons. “Tentu saja bisa lebih baik. Saya rasa di kuarter keempat, kami bermain bagus selama tiga kuarter, lalu mereka melakukan serangan balik yang luar biasa. Jadi, saya rasa kami bermain bagus selama tiga kuarter,” ujar Doncic setelah pertandingan, seperti yang dicatat oleh tim redaksi Mureks.
Ia menambahkan bahwa Lakers harus lebih agresif dalam menghadapi permainan fisik tersebut. “Kami harus benar-benar menandingi kekuatan fisik mereka. Itulah intinya. Kami harus menandingi cara mereka bermain dan melihat wasit membiarkannya saja. Kami seharusnya bermain dengan lebih banyak kekuatan fisik.”
Lengah di Kuarter Penentu
Momen krusial terjadi saat tembakan tiga angka dari Doncic menyamakan kedudukan menjadi 79-79 dengan sisa waktu 5 menit 47 detik di kuarter ketiga. Namun, setelah itu, Pistons langsung tancap gas, memperlebar keunggulan menjadi delapan poin di akhir kuarter ketiga, dan dengan cepat mencapai selisih dua digit di awal kuarter keempat.
Doncic menyayangkan timnya kehilangan fokus di saat-saat penting. “Ya, saya rasa kami sedikit lengah,” tambah Doncic. “Seperti yang saya katakan, saya rasa kami bermain bagus selama tiga kuarter, permainan fisik yang kuat, dan kemudian kami sedikit lengah.”
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Los Angeles Lakers untuk mengevaluasi kembali strategi dan ketahanan fisik mereka jelang pertandingan-pertandingan selanjutnya di musim NBA 2025.






