Kamis, 01 Januari 2026, jendela transfer awal tahun kembali dibuka. Namun, harapan akan munculnya talenta muda Indonesia yang berkiprah di kancah sepak bola Eropa tampaknya masih jauh dari kenyataan. Setelah era Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Marselino Ferdinan, belum ada lagi nama baru yang berhasil menembus klub-klub di Benua Biru.
Sepanjang tahun 2025, situasi serupa terjadi. Tidak ada talenta segar yang digaet klub luar negeri. Hanya nama-nama yang sudah mapan, seperti Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan, yang tetap melanjutkan karier di Liga Thailand. Ironisnya, tren kepulangan justru mendominasi. Mureks mencatat bahwa sejumlah pemain yang sebelumnya berkiprah di luar negeri, seperti Jordi Amat, Rafael Struick, Thom Haye, dan Eliano Reijnders, memilih kembali ke kompetisi domestik.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Salah satu sorotan utama adalah Marselino Ferdinan. Sepanjang tahun 2025, Marselino sangat jarang mendapatkan kesempatan bermain, baik saat membela Oxford United di Inggris maupun AS Trencin di Slovakia. Situasi ini memicu spekulasi kuat bahwa Marselino akan kembali ke Indonesia, terlebih statusnya akan bebas transfer per 1 Januari 2026 setelah kontraknya dengan Oxford berakhir pada Juni 2026.
Meski demikian, beberapa nama tetap disebut-sebut memiliki potensi besar untuk mencoba peruntungan di luar negeri. Rizky Ridho, kapten Persija Jakarta, dinilai memiliki kapasitas untuk semakin berkembang jika berkarier di Eropa. Selain itu, bek sayap Persija, Doni Tri Pamungkas, yang juga mampu bermain sebagai winger dan gelandang, dianggap berpotensi mengadu nasib di sejumlah kompetisi Asia.
Namun, dari generasi U-23 yang tampil di Piala AFF U-23 2025 dan SEA Games 2025, belum ada satu pun pemain yang menunjukkan performa menonjol hingga menarik perhatian klub asing. Demikian pula dengan pemain U-20 yang sempat membela Timnas Indonesia U-19, serta pemain Indonesia U-17 yang berlaga di Piala Dunia U-17 2025; belum ada rumor transfer yang mengaitkan mereka dengan klub-klub luar negeri.
Dengan kondisi ini, jendela transfer awal Januari 2026 diyakini tidak akan banyak diwarnai kepindahan pemain muda Indonesia ke Asia maupun Eropa. Kendati demikian, dalam dunia sepak bola, kejutan selalu mungkin terjadi.






