Bek legendaris Brasil, Thiago Silva, sejatinya telah mencapai kesepakatan untuk kembali memperkuat AC Milan. Namun, transfer tersebut kandas di meja pelatih Massimiliano Allegri, meskipun telah mendapat restu penuh dari penasihat klub, Zlatan Ibrahimovic. Informasi mengejutkan ini diungkapkan oleh mantan penyerang Rossoneri, Antonio Cassano.
Cassano, saat berbicara di kanal Viva El Futbol, mengklaim bahwa keputusan Allegri untuk memveto perekrutan Silva bertentangan langsung dengan keinginan Ibrahimovic. Menurut Cassano, Ibrahimovic sangat mendorong kedatangan Silva karena melihatnya sebagai opsi ‘low risk high reward‘. Silva, yang siap datang dengan status bebas transfer dan tidak menuntut gaji tinggi, dinilai sangat menarik bagi dewan direksi klub.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Veto Allegri Batalkan Kepulangan Silva
“Untuk fans Milan, saya ingin bilang bahwa Thiago Silva tidak datang terutama karena Allegri, yang memveto perekrutan itu, sementara Ibrahimovic menginginkannya. Dia sebenarnya bisa saja direkrut,” ujar Cassano. Ia menambahkan, “Zlatan sudah kasih izin 100 persen untuk merekrutnya secara gratis, meski [Silva] tidak meminta gaji besar.”
Cassano juga mengungkapkan bahwa Silva, sebagai sosok yang berkelas, bahkan sempat menghubungi Allegri secara langsung sebagai upaya terakhir untuk membuka pintu kembali ke San Siro. “Thiago, sebagai pribadi yang berkelas, menelepon Allegri sendiri. Allegri bilang dia sedang mencari striker,” lanjut Cassano, menirukan percakapan tersebut. “Tuan Massimiliano Allegri menolak dan menutup pintu dengan tiga gembok untuk kepulangan Thiago Silva ke AC Milan.”
Mureks mencatat bahwa situasi ini menunjukkan dinamika internal yang kompleks dalam pengambilan keputusan transfer di klub sebesar AC Milan, di mana peran penasihat dan pelatih bisa saling berbenturan.
Dari Fluminense ke Porto: Petualangan Terakhir di Eropa
Sebelumnya, Thiago Silva memainkan peran krusial dalam membawa Fluminense menembus semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, dengan total 46 penampilan di semua ajang musim lalu. Pada awal Desember, bek berusia 41 tahun itu sepakat mengakhiri kontraknya lebih cepat, enam bulan sebelum masa berlakunya habis, demi mengejar satu petualangan terakhir di Eropa.
Setelah batal kembali ke Milan, Silva akhirnya resmi berlabuh di FC Porto. Dalam pernyataan resmi klub Portugal tersebut, bintang Brasil itu mengaku “bahagia dan tersanjung” dengan kesempatan kembali bermain di Eropa pada level tertinggi.
Motivasi Keluarga dan Ambisi Piala Dunia 2026
Motivasi Silva untuk kembali ke Eropa tidak hanya soal ambisi di lapangan, tetapi juga pertimbangan keluarga. Ia ingin berada sedekat mungkin dengan London agar tetap dekat dengan keluarga dan putra sulungnya, Isago, yang baru saja menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Chelsea. Ikatan emosional ini menegaskan hubungannya dengan Inggris, tempat ia menikmati periode gemilang di Stamford Bridge, termasuk mengangkat trofi Liga Champions pada 2021.
Perjalanan Eropa Silva sebenarnya bermula di Porto pada musim 2004/05, meskipun kala itu kesempatannya terbatas dan lebih banyak tampil di kasta kedua bersama Porto B. Setelah itu, ia menjelma menjadi salah satu bek terbaik dunia bersama Milan, Paris Saint-Germain, dan Chelsea, mengoleksi berbagai gelar domestik serta penghargaan individu.
Kini kembali ke Portugal, Silva dijadwalkan melakoni debutnya bersama Porto saat menghadapi Santa Clara pada 5 Januari 2026. Di luar itu, ia memiliki target untuk tampil meyakinkan di Eropa demi menjaga peluang masuk skuad Brasil asuhan Carlo Ancelotti untuk Piala Dunia 2026.






