Olahraga

Liverpool Pecat Pelatih Bola Mati, Van Dijk Soroti “Fase Kedua yang Mematikan”

Liverpool mengambil langkah tegas dengan memecat pelatih set-piece tim utama, Aaron Briggs, pada Kamis (1/1/2026). Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran yang kian membesar soal rapuhnya pertahanan The Reds saat menghadapi situasi bola mati sepanjang musim ini.

Statistik Mengkhawatirkan di Balik Pemecatan

Masalah bola mati terus menghantui Liverpool, merusak performa tim yang sebenarnya solid. Melihat tren yang tak kunjung membaik, manajemen The Reds akhirnya menilai perubahan tak lagi bisa ditunda. Mureks mencatat bahwa, di luar penalti, tidak ada tim Liga Primer Inggris yang kebobolan gol dari set-piece lebih banyak daripada Liverpool, dengan total 12 gol.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Tendangan sudut menjadi titik paling rawan bagi Liverpool, di mana hanya West Ham United yang kebobolan lebih banyak dari skema tersebut. Di sisi lain lapangan, ancaman Liverpool dari bola mati juga jauh dari ideal. Rata-rata mereka hanya mencetak 2,4 gol per 100 situasi bola mati, lebih buruk dibanding semua klub EPL kecuali Brentford.

Secara defensif, catatan mereka sama mengkhawatirkannya, dengan kebobolan 8,2 gol per 100 bola mati. Angka ini hanya lebih baik dari Nottingham Forest, menunjukkan betapa rentannya pertahanan Liverpool dalam skema ini.

Momentum yang Berulang Kali Terhenti

Dampak dari kelemahan ini terasa nyata dalam beberapa pekan terakhir. Dalam dua laga Liga Inggris beruntun melawan Tottenham Hotspur dan Wolverhampton Wanderers, Liverpool sempat nyaman unggul 2-0 dan terlihat sepenuhnya mengontrol pertandingan.

Namun, di kedua laga tersebut, gol dari bola mati mengubah alur permainan. Kondisi ini memaksa tim asuhan Arne Slot menjalani akhir laga yang tegang, alih-alih meraih kemenangan meyakinkan.

Kekecewaan Kapten Virgil van Dijk

Aaron Briggs bergabung ke Anfield pada Juli 2024, awalnya sebagai staf Arne Slot di bidang pelatih pengembangan individu tim utama setelah kepergian Vítor Matos. Liverpool awalnya mencari pelatih spesialis bola mati, namun karena tak menemukan kandidat yang tepat, tanggung jawab itu diberikan kepada Briggs.

Musim panas tahun lalu, The Reds mencoba merapikan struktur dengan menunjuk pelatih asal Brasil, Luiz Fernando Iubel, sebagai kepala pelatih individu, sehingga Briggs bisa fokus penuh pada bola mati. Namun, penyesuaian tersebut tak menghasilkan peningkatan sesuai harapan.

Sang kapten, Virgil van Dijk, pun tak menutup-nutupi frustrasinya. Ia secara terbuka menyuarakan kekecewaan atas situasi ini.

“Kami sudah bertahan sangat baik dalam banyak situasi bola mati. Tapi faktanya, kami kebobolan terlalu banyak dari situasi itu, dan itu menyakitkan,” ujarnya. “Kami harus memperbaikinya. Ini soal repetisi, latihan, analisis. Saya bisa bilang setidaknya sekitar 75 persen atau bahkan lebih masalahnya bukan di duel pertama, tapi fase kedua yang justru mematikan.”

Menatap 2026 dengan Optimisme

Liverpool belum menunjuk pengganti langsung Briggs. Untuk sementara, tanggung jawab bola mati akan ditangani bersama oleh staf pelatih yang ada di bawah arahan Arne Slot.

Di lapangan, fokus kini beralih ke hasil. Liverpool dijadwalkan menjamu Leeds United di Anfield, Jumat (2/1/2026), dengan target memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi delapan laga di semua kompetisi.

Mureks