Pebalap MotoGP Marc Marquez kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka membahas rivalitasnya yang legendaris dengan Valentino Rossi. Dalam sebuah program televisi di Spanyol, Marquez menegaskan pentingnya tidak menyimpan dendam, baik bagi dirinya maupun para penggemar.
Rivalitas antara Marquez dan Rossi telah lama tercatat sebagai salah satu babak paling intens dan panjang dalam sejarah MotoGP. Meskipun keduanya kini berada di fase karier yang berbeda, nama mereka masih sering disandingkan, terutama setiap kali Marquez tampil di hadapan media atau dalam wawancara publik.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Sabtu, 10 Januari 2026, Marquez tak dapat mengelak dari pertanyaan seputar hubungannya dengan Rossi, yang pernah menjadi lawan terberatnya di lintasan. Menanggapi hal tersebut, ia memilih sikap transparan.
“Saya pikir hidup dengan dendam itu sangat berat. Saya tidak ingin para penggemar saya menyimpan dendam. Saya ingin mereka menyimpan energinya untuk bertepuk tangan untuk saya, bukan untuk hal lain,” ujar Marquez, seperti dikutip dari Motosan.es. Pernyataan ini, menurut pantauan Mureks, menunjukkan keinginan Marquez untuk mengakhiri siklus permusuhan di kalangan pendukung.
Marquez juga menjelaskan bahwa banyak insiden di lintasan balap sering kali dipersepsikan secara emosional oleh publik, padahal situasi sebenarnya jauh lebih kompleks. “Saat saya cedera, pebalap lain menabrak saya, tapi itu kecelakaan karena kami balapan di batas maksimal. Tapi kadang orang tidak memahaminya,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi dinamika olahraga profesional di MotoGP, di mana setiap pebalap berjuang keras di batas kemampuan dengan risiko tinggi. Marquez berharap agar persaingan sengit yang pernah terjadi tidak terus diwariskan menjadi kebencian di antara para pendukung.
Bagi pebalap berjuluk The Baby Alien ini, dukungan sejati seharusnya diwujudkan dalam bentuk apresiasi terhadap prestasi dan dedikasi di lintasan, bukan dengan memelihara konflik dari masa lalu. Dengan sikap ini, Marquez menunjukkan komitmennya untuk menatap masa depan dan fokus pada performa balap, tanpa dibebani oleh beban dendam.






