Manchester United secara resmi memecat manajer Ruben Amorim pada Senin, 5 Januari 2026. Keputusan mengejutkan ini diambil setelah situasi internal di Old Trafford dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat tegang.
Pemecatan tersebut terjadi sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Pasca-laga, Amorim melontarkan pernyataan terbuka yang secara langsung mempertanyakan proses dan dukungan dari jajaran manajemen klub, sebuah komentar yang menjadi sorotan utama dan diyakini mempercepat keputusan klub.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Ketegangan di Balik Layar Antara Pelatih dan Manajemen
Menurut laporan Fabrizio Romano dari GIVEMESPORT, kondisi di balik layar Manchester United telah memanas jauh sebelum keputusan pemecatan diambil. Romano mengungkapkan adanya ketegangan signifikan antara Ruben Amorim dan pihak manajemen klub.
“Apa yang bisa saya sampaikan adalah situasinya benar-benar penuh ketegangan di balik layar antara pelatih, Ruben Amorim, dan manajemen,” ujar Romano. Ia menambahkan, “Ruben Amorim tidak senang. Itu terlihat jelas. Kata-katanya dalam konferensi pers sangat kuat.”
Mureks mencatat bahwa ketidakpuasan Amorim juga berkaitan erat dengan proses klub di bursa transfer. Romano menegaskan, “Anda bisa melihat dengan sangat jelas bahwa Ruben Amorim tidak senang dengan proses klub, terutama soal kemungkinan mendatangkan pemain baru.”
Komentar Terbuka Amorim dan Stagnasi Transfer
Ketegangan tersebut semakin mencuat ke ruang publik setelah Amorim ditanya mengenai dukungan dewan klub. Ia secara tegas menyebut dirinya datang ke Old Trafford sebagai manajer, bukan sekadar pelatih kepala, mengisyaratkan adanya friksi internal mengenai wewenang dan peran.
Dalam kesempatan yang sama, Amorim juga menyatakan tidak akan mengundurkan diri. Ia bahkan menegaskan akan bertahan hingga kontraknya berakhir pada Juni 2027, kecuali ada pengganti yang datang lebih dulu.
Situasi transfer pemain turut memperkeruh keadaan. Manchester United sempat mengincar Antoine Semenyo, namun sang pemain akhirnya memilih bergabung dengan Manchester City. Romano menjelaskan, “Untuk Manchester United saat ini, tidak mudah menemukan pengganti pemain yang diminati pasar seperti Joshua Zirkzee, Kobbie Mainoo, dan lainnya.”
Ia menambahkan bahwa aktivitas transfer klub berada dalam kondisi stagnan. “Pada tahap ini, bursa transfer dan Manchester United sedang menunggu. Tidak ada yang mendekat, tidak ada yang maju, dan kemungkinan Ruben Amorim tidak senang dengan itu.”
Rentetan Hasil Buruk dan Jadwal Padat Menanti
Hasil imbang melawan Leeds United menjadi puncak dari serangkaian performa buruk. Manchester United gagal meraih kemenangan dalam empat dari lima laga terakhir di Premier League. Dari periode tersebut, Setan Merah hanya mengoleksi enam poin dari maksimal 15 yang tersedia.
Sebelum pemecatan ini, United dijadwalkan menghadapi Burnley di laga tandang pada Rabu, 7 Januari 2026. Setelah itu, mereka akan menjamu Brighton di putaran ketiga Piala FA pada Minggu, 11 Januari 2026.
Namun, dengan keputusan yang diambil pada Senin ini, klub kini memasuki fase baru. Manchester United menutup babak Ruben Amorim di tengah ketegangan internal yang akhirnya tak lagi bisa diredam, meninggalkan pertanyaan besar mengenai arah klub ke depan.






