Tren

Man City Ditahan Brighton 1-1: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar di Etihad

Manchester City gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang Brighton & Hove Albion 1-1 dalam laga pekan ke-21 Premier League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Etihad Stadium pada Kamis, 8 Januari 2026 dini hari WIB ini menyisakan rasa frustrasi bagi tim tuan rumah.

Erling Haaland sempat membawa Manchester City unggul melalui eksekusi penalti pada menit ke-41. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Kaoru Mitoma berhasil menyamakan kedudukan untuk Brighton pada menit ke-60. Hasil imbang ini terasa pahit mengingat dominasi City dalam penguasaan bola dan jumlah peluang yang tercipta.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Gol Bersejarah yang Tak Berarti

Laga ini mencatat momen penting bagi Erling Haaland yang berhasil mencetak gol ke-150 bersama Manchester City. Gol tersebut juga tercatat sebagai gol ke-35.000 dalam sejarah Premier League, sebuah pencapaian individual yang langka. Namun, menurut pantauan Mureks, catatan bersejarah ini terasa hambar karena tidak diiringi dengan kemenangan tim.

Brighton menunjukkan performa percaya diri sejak awal pertandingan dan beberapa kali merepotkan lini belakang City. Kiper Gianluigi Donnarumma dipaksa melakukan dua penyelamatan krusial pada babak pertama untuk menggagalkan peluang dari Pascal Gross dan Ferdi Kadioglu.

Manchester City perlahan menemukan ritme permainan dalam laga yang berlangsung keras dan intens. Momen kunci babak pertama terjadi ketika VAR menghukum pelanggaran Diego Gomez terhadap Jeremy Doku di kotak terlarang, yang berujung pada hadiah penalti. Haaland yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dari titik putih.

Mitoma dan Masalah Efektivitas City

Memasuki babak kedua, Manchester City mengawali dengan tempo yang lebih agresif. Namun, dari situasi yang minim ancaman, Kaoru Mitoma berhasil melepaskan penyelesaian efektif ke sudut bawah gawang, mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim tamu, bahkan Mitoma hampir membawa Brighton unggul setelah tembakannya membentur tiang.

City membalas dengan menciptakan sejumlah peluang emas di menit-menit akhir. Haaland gagal memaksimalkan kesempatan dari jarak dekat, sementara Rayan Cherki mengirim bola melebar dari posisi ideal. Statistik menunjukkan dominasi City dengan penguasaan bola 59 persen dan 20 tembakan, namun hanya empat yang mengarah ke gawang, angka yang tidak sebanding dengan tekanan yang dibangun.

Hasil imbang ini membuat Manchester City tertahan di posisi kedua klasemen sementara Premier League, berjarak lima poin dari Arsenal di puncak. Jarak tersebut berpotensi melebar menjadi delapan poin jika Arsenal berhasil meraih kemenangan dalam laga kontra Liverpool.

Brighton pulang dengan membawa satu poin berharga yang menjaga mereka di papan tengah. Tim berjuluk Seagulls ini kini tidak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir melawan City. Bagi Manchester City, hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka pada awal 2026 dengan tiga hasil imbang beruntun, sebuah catatan yang hanya pernah terjadi dua kali sebelumnya dalam karier kepelatihan Pep Guardiola.

Meskipun demikian, City masih memiliki sisi positif dari performa duet bek tengah Abdukodir Khusanov dan Max Alleyne. Namun, para pendukung tuan rumah tetap meninggalkan stadion dengan perasaan kecewa setelah peluang demi peluang terbuang sia-sia.

Referensi penulisan: www.bola.net

Mureks