Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Imbauan ini menyusul terjadinya banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan lebat di wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi tersebut terjadi pada Kamis (8/1) dini hari. “Bencana hidrometeorologi itu terjadi pada Kamis (8/1) dini hari setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Melawi,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (9/1).
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Menurut pantauan Mureks, BNPB mengonfirmasi banjir telah merendam 14 desa yang tersebar di empat kecamatan. Kecamatan yang terdampak meliputi Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Belimbing, dan Ella Hilir, dengan total sementara 1.027 kepala keluarga terdampak.
Abdul Muhari menambahkan, hingga kemarin sore, genangan air masih terjadi di sejumlah desa. Namun, kondisi tinggi muka air belum menunjukkan kenaikan yang berpotensi memperparah dampak banjir.
Selain banjir, hujan lebat juga memicu tanah longsor di Desa Bemban Permai, Kecamatan Ella Hilir. Kejadian ini mengakibatkan akses jalan tertutup material longsoran dan belum dapat dilalui kendaraan.
Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Melawi telah berada di lokasi untuk penanganan darurat, memberikan peringatan kewaspadaan, dan melakukan asesmen dampak. Namun, untuk pembukaan akses jalan akibat longsor, petugas BPBD masih menunggu dukungan alat berat guna mempercepat penanganan dan pemulihan konektivitas antarwilayah.
Mureks mencatat bahwa BNPB menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi sumber daya di daerah. Hal ini krusial untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan banjir dan tanah longsor selama puncak musim hujan. BNPB juga meminta pemerintah daerah memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan perlengkapan evakuasi. Selain itu, proses dan lokasi evakuasi yang aman harus terjamin apabila warga harus dipindahkan dari wilayah rawan bencana.






