Internasional

Mamdani: “Monumen Fisik Kota yang Berani Indah”, Dilantik di Stasiun Terbengkalai NYC

Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada Kamis, 01 Januari 2026. Prosesi pelantikan ini berlangsung di lokasi yang tidak biasa, yakni bekas stasiun kereta bawah tanah City Hall yang kini terbengkalai. Jaksa Agung New York, Letitia James, memimpin pengambilan sumpah jabatan Mamdani.

Mamdani, seorang politikus sosialis demokrat, memilih lokasi tersebut sebagai simbol kelas pekerja dan peresmian era baru. “Ini adalah monumen fisik bagi sebuah kota yang berani menjadi indah sekaligus membangun hal-hal besar yang akan mengubah kehidupan kaum pekerja,” kata Mamdani dalam rilis resmi, seperti dikutip The Guardian.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Ia menambahkan bahwa ambisi tersebut tidak harus menjadi kenangan yang hanya terbatas pada masa lalu, dan tidak pula harus terbatas pada terowongan di bawah balai kota. “Ambisi itu akan menjadi tujuan pemerintahan yang cukup beruntung untuk melayani warga New York,” imbuh Mamdani.

Jaksa Agung Letitia James juga menilai pemilihan lokasi itu sangat tepat karena sistem transportasi umum merupakan penyeimbang bagi warga New York.

Sejarah Stasiun Bawah Tanah City Hall

Stasiun kereta bawah tanah City Hall memiliki sejarah menarik sebagai awal mula perkembangan transportasi modern Kota New York. Stasiun ini diresmikan pada 27 Oktober 1904 oleh Wali Kota New York saat itu, George McClelan, setelah empat tahun pembangunan yang dimulai dengan peletakan batu pertama pada 24 Maret 1900.

Pada acara peresmian, McClelan meniup peluit kereta dan mengemudikan kereta keluar dari stasiun Balai Kota pada pukul 14.34. Mureks mencatat bahwa momen tersebut sempat diwarnai ketegangan ketika sang wali kota, yang terbawa suasana bersejarah, menolak menyerahkan kendali. “Saya yang menjalankan kereta ini,” demikian ia berani menyatakan, seperti dikutip dari laman WSP.com.

Beruntung, setelah beberapa kejadian menegangkan dan guncangan yang tidak diinginkan, wali kota akhirnya menyerahkan kendali kepada masinis. Masinis tersebut kemudian dengan aman mengemudikan kereta dan para penumpangnya ke Stasiun 145th Street yang berjarak sembilan mil.

Inovasi dan Pujian Publik

Kereta bawah tanah ini kemudian dikenal sebagai yang terbaik pada masanya berkat sejumlah kelebihannya. Ini termasuk pekerjaan terowongan yang kompleks di bawah bangunan yang sudah ada, termasuk Balai Kota; penggunaan kereta berbahan baja sepenuhnya untuk daya tahan dan ketahanan terhadap benturan; elektrifikasi rel ketiga untuk menghilangkan asap dari lokomotif; dan jalur ekspres yang memungkinkan perjalanan lebih cepat dengan lebih sedikit pemberhentian.

Pada awal pembukaannya, setiap pencapaian disambut dengan perayaan luas dari publik, dan laporan media pada hari itu sangat positif. The New York Times menyebut kereta bawah tanah sebagai “pencapaian terbesar pada masanya dalam bidang teknik kota.” Sementara itu, koran The Sun menulis, Kota New York kini memiliki “kereta bawah tanah terbaik, terindah, terlengkap, dan terlengkapi di dunia.”

Pelantikan Mamdani di lokasi bersejarah ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi pembangunan dan pelayanan publik di New York City.

Mureks