Nasional

Mahathir Mohamad Dipastikan Tak Jalani Operasi Usai Patah Pinggul, Fokus Rehabilitasi di Usia 100 Tahun

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dipastikan tidak akan menjalani operasi setelah mengalami patah tulang pinggul akibat terjatuh di kediamannya pada Selasa, 6 Januari 2026. Keputusan ini diambil mengingat usia Mahathir yang telah menginjak 100 tahun.

Putra Mahathir, Mukhriz Mahathir, menjelaskan bahwa ayahnya terjatuh di dalam rumah usai melakukan jalan cepat setiap hari. Insiden itu menyebabkan patah tulang pinggul, namun tim medis menyarankan rehabilitasi sebagai opsi terbaik.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

“Terutama mengingat usianya yang kini telah mencapai 100 tahun. Oleh karena itu, operasi bukanlah pilihan yang baik. Kami telah disarankan oleh spesialis rumah sakit agar beliau menjalani proses rehabilitasi standar, yang akan memakan waktu,” kata Mukhriz dalam video yang diunggah di grup obrolan WhatsApp partai politiknya pada Rabu, 7 Januari 2026.

Mukhriz menambahkan, tujuan utama dari proses rehabilitasi ini adalah untuk mengembalikan kondisi kesehatan Mahathir agar dapat kembali menjalankan tugasnya seperti sedia kala.

“Tujuannya, tentu saja, adalah agar beliau kembali ke kondisi kesehatannya yang biasa dan dapat terus menjalankan tugasnya seperti yang telah beliau lakukan selama ini,” sambung eks Menteri Besar Negara Bagian Kedah, Malaysia itu.

Sebelumnya, ajudan Mahathir, Sufi Yusoff, mengonfirmasi bahwa politikus senior tersebut dibawa ke Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, untuk observasi medis setelah insiden. “Dia dalam keadaan sadar. Dia terjatuh saat berpindah dari satu bagian balkon ke ruang keluarga,” ujar Sufi pada Selasa, 6 Januari 2026.

Perdana Menteri Malaysia saat ini, Anwar Ibrahim, bersama istrinya Wan Azizah Wan Ismail, turut menyampaikan doa untuk kesembuhan Mahathir. “Azizah dan saya berdoa untuk kesehatan dan kesembuhan Tun (Mahathir), insyaallah,” tulis Anwar dalam unggahan Facebook-nya.

Mureks mencatat bahwa Mahathir Mohamad memiliki riwayat kesehatan yang cukup panjang, termasuk operasi bypass jantung sebelumnya. Ia dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh yang pernah menjabat sebagai PM Malaysia dua periode, yakni dari tahun 1981 hingga 2003, dan kembali pada tahun 2018 hingga 2020. Pada periode keduanya, ia mencetak sejarah sebagai pemimpin terpilih tertua di dunia saat berusia 94 tahun.

Mureks