Nasional

Maduro Lengser, Diaspora Venezuela di Dunia Bersorak: ‘Hari Ini Adalah Hari Kebebasan!’

Warga Venezuela di berbagai belahan dunia merayakan lengsernya Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) waktu setempat. Euforia ini menyusul berakhirnya pemerintahan Maduro yang selama bertahun-tahun memicu salah satu gelombang migrasi terbesar dalam sejarah modern.

Sorak-sorai kegembiraan atas penangkapan Maduro terdengar nyaring di jalan-jalan ibu kota negara-negara Amerika Latin hingga Spanyol. Di berbagai titik, komunitas Venezuela berkumpul untuk meluapkan kebahagiaan, sekaligus merenungkan masa depan negara mereka.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Kegembiraan Diaspora di Berbagai Negara

Di Santiago, Chile, Khaty Yanez, seorang warga Venezuela yang telah tujuh tahun tinggal di sana, mengungkapkan perasaannya. “Kami bebas. Kami semua bahagia karena kediktatoran telah jatuh dan kami memiliki negara yang bebas,” ujarnya.

Senada dengan Yanez, Jose Gregorio, sesama perantau Venezuela di Kolombia, juga tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. “Kebahagiaan saya terlalu besar. Setelah bertahun-tahun, setelah begitu banyak perjuangan dan kerja keras, hari ini adalah harinya. Hari ini adalah hari kebebasan,” kata Jose Gregorio.

Mureks mencatat bahwa sejak tahun 2014, sekitar 7,7 juta warga Venezuela, atau sekitar 20% dari total populasi, terpaksa meninggalkan tanah air mereka. Mereka mencari kebutuhan pangan yang lebih baik atau peluang hidup di luar negeri, demikian data dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di bawah PBB.

Kolombia menjadi tujuan utama diaspora Venezuela, menampung sekitar 2,8 juta orang. Sementara itu, Peru menampung 1,7 juta warga Venezuela. Data ini dihimpun oleh platform R4V, sebuah jaringan LSM regional yang berkoordinasi dengan badan migrasi PBB untuk membantu migran dan pengungsi Venezuela.

Di Lima, ibu kota Peru, puluhan warga Venezuela berkumpul, sebagian menyelimuti diri dengan bendera nasional, untuk menandai tumbangnya Maduro. Milagros Ortega, seorang migran yang orang tuanya masih tinggal di Venezuela, berharap dapat segera pulang. “Mengetahui ayah saya masih hidup untuk menyaksikan kejatuhan Nicolas Maduro sangat mengharukan. Saya ingin melihat ekspresi wajahnya,” katanya.

Presiden Peru Jose Jeri melalui platform X menyatakan bahwa pemerintahannya akan memfasilitasi kepulangan warga Venezuela secara segera, tanpa memandang status imigrasi mereka.

Sementara itu, di Quito, Ekuador, Cynthia Diaz yang turut serta dalam aksi kecil perayaan menyampaikan harapannya. “Bagi kami yang hidup di pengasingan, ini adalah kebahagiaan yang luar biasa. Cepat atau lambat, warga Venezuela akan kembali ke Venezuela, ke Venezuela yang bebas, ke Venezuela yang menjadi tanah kejayaan,” terangnya.

Operasi Militer AS dan Penangkapan Maduro

Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Presiden AS Donald Trump menyebut langkah ini sebagai upaya penegakan hukum terkait dugaan kejahatan narkoba.

Trump juga mengatakan bahwa AS kini menempatkan Venezuela di bawah kendali sementaranya, setelah Maduro ditangkap dan diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.

Mureks