Liverpool dilaporkan telah mematok harga €10 juta untuk Federico Chiesa, membuka pintu bagi Juventus yang tengah mempertimbangkan langkah mengejutkan untuk memulangkan pemain sayap tersebut ke Turin. Chiesa, yang kesulitan mendapatkan menit bermain konsisten di Anfield, berharap bisa meraih kesempatan bermain reguler menjelang Piala Dunia 2026.
Klub berjuluk The Reds itu bersedia melakukan penjualan permanen guna menghindari kerugian modal atas investasi mereka terhadap pemain internasional Italia tersebut. Kondisi ini menjadi sinyal jelas bagi Juventus yang dilaporkan serius ingin membawa kembali mantan bintangnya.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Syarat Permanen dan Perhitungan Finansial Liverpool
Menurut laporan yang beredar dari Italia, raksasa Liga Primer Inggris tersebut telah menginformasikan kepada Juventus bahwa biaya sekitar €10 juta (sekitar £8,3 juta) diperlukan untuk merekrut kembali Chiesa pada jendela transfer Januari ini. Angka ini bukan tanpa dasar; catatan Mureks menunjukkan, nilai tersebut merepresentasikan nilai buku yang tersisa dari pemain berusia 28 tahun itu.
Setelah merekrut Chiesa dengan harga dilaporkan €15 juta untuk kontrak empat tahun pada musim panas 2024, menjualnya seharga €10 juta sekarang akan memastikan Liverpool tidak mencatat kerugian modal dalam pembukuan mereka. Ini memungkinkan pemutusan finansial yang bersih dan efisien.
Satu hambatan besar bagi Juventus adalah struktur kesepakatan. Klub-klub Italia seringkali menyukai pengaturan “pinjaman dengan opsi beli” untuk mengatasi keterbatasan keuangan yang ketat selama jendela transfer musim dingin. Namun, sumber menyebutkan bahwa Liverpool memiliki sedikit minat pada solusi sementara.
The Reds dilaporkan bersikeras pada transfer permanen atau, setidaknya, pinjaman dengan kewajiban untuk membeli. Manajemen Anfield melihat Chiesa sebagai aset berharga yang tidak sesuai dengan harapan untuk masuk ke starting XI, bukan aset bermasalah untuk dipinjamkan. Jika Juventus atau pelamar lainnya ingin mendapatkan jasa pemenang Euro 2020 ini, mereka perlu mengeluarkan uang tunai.
Perjalanan Chiesa di Anfield dan Motivasi Piala Dunia
Chiesa meninggalkan Stadion Allianz 18 bulan lalu, pada musim panas 2024, setelah dikeluarkan dari tim utama di Turin karena perselisihan kontrak dan masalah cedera. Kepindahannya ke Merseyside dianggap sebagai awal yang baru, sebuah kesempatan untuk menghidupkan kembali karier yang sempat terhenti di Serie A.
Namun, meskipun sempat menunjukkan momen kehebatan dan menjadi sosok populer di ruang ganti, Chiesa kesulitan mendapatkan waktu bermain yang berkelanjutan di bawah pelatih Arne Slot. Ia bahkan telah berkembang menjadi semacam “pahlawan kultus” di Anfield, sebagian besar karena antusiasmenya yang menular dan gaya bermainnya yang beroktan tinggi setiap kali berada di lapangan.
Ia secara teknis menjadi bagian dari tim yang mengangkat gelar Liga Premier, berkontribusi pada upaya kolektif, meskipun statistik individunya tidak mengesankan. Namun, kasih sayang dari tribun tidak sebanding dengan menit bermain di lapangan.
Di bawah Arne Slot, persaingan untuk tempat di lini depan tetap ketat. Dengan kehadiran pemain seperti Mohamed Salah, Cody Gakpo, Florian Wirtz, dan Jeremie Frimpong yang semuanya bersaing untuk posisi starter, Chiesa sering kali menemukan dirinya sebagai pemain cadangan.
Bagi pemain dengan kalibernya, duduk di bangku cadangan bukan lagi pilihan. Pada usia 28 tahun, Chiesa berada pada puncak kondisi fisiknya. Ia membutuhkan ritme dan kontinuitas, sesuatu yang sulit ia temukan di Inggris. Intensitas Liga Premier bukan masalahnya; melainkan adalah kedalaman kualitas yang luar biasa di depan dia dalam urutan kekuasaan.
Motivasi utama di balik keinginan Chiesa untuk pergi adalah Piala Dunia 2026 yang akan datang. Dengan turnamen yang akan diadakan di AS, Meksiko, dan Kanada semakin mendekat, setiap pemain dengan ambisi internasional sangat menyadari bahwa waktu bermain adalah satu-satunya mata uang yang penting bagi para pemilih tim nasional.
Chiesa tetap menjadi bakat kunci untuk Italia, tetapi ia tidak bisa mengharapkan untuk menjadi starter untuk Azzurri jika ia jarang bermain untuk klubnya. Kembali ke Serie A, liga yang sudah ia kenal luar dalam, akan memberinya platform untuk membuktikan kebugaran dan performanya secara mingguan.
Laporan dari Tuttosport menunjukkan bahwa pemain tersebut telah mulai menyiapkan landasan untuk kembali. Ia dilaporkan telah berhubungan dengan mantan rekan satu timnya di Juventus, termasuk penyerang Dusan Vlahovic dan gelandang Manuel Locatelli, mendiskusikan potensi dinamika kembalinya.
Sikap Liverpool ini menempatkan bola sepenuhnya di tangan Juventus. Bianconeri harus memutuskan apakah mereka bersedia mengeluarkan biaya transfer dan gaji untuk pemain yang dianggap tidak dibutuhkan kurang dari dua tahun lalu. Namun, lanskap taktis di Turin telah bergeser sejak kepergian Chiesa, dan ada kepercayaan bahwa dia bisa menawarkan percikan yang hilang di lini depan.






