Olahraga

Ole Romeny Jadi Penentu Kemenangan Oxford United di Piala FA, Raih Rating Tinggi

Oxford United berhasil melaju ke babak keempat Piala FA setelah menaklukkan MK Dons melalui drama adu penalti pada Sabtu (10/1) dini hari di Stadion Milton Keynes. Kemenangan dramatis ini tak lepas dari kontribusi signifikan penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, yang masuk sebagai pemain pengganti.

Romeny diturunkan pada babak kedua, tepatnya menit ke-66, menggantikan Siriki Dembele. Ia bermain di posisi sayap, bukan sebagai ujung tombak seperti biasanya. Meskipun demikian, mantan pemain Utrecht ini memberikan dampak instan melalui tusukan dan pergerakan yang kerap menghasilkan peluang bagi The U’s.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir waktu normal, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Di sinilah Romeny menunjukkan ketenangannya. Ia menjadi eksekutor pertama Oxford United dan sukses menjalankan tugasnya, mengawali kemenangan klub yang dimiliki oleh Erick Thohir tersebut dalam babak adu tendangan 12 pas.

Penampilan impresif Romeny juga tercermin dari penilaian yang diberikan oleh berbagai situs statistik sepak bola. Menurut pantauan Mureks, ia mendapat poin cukup tinggi dalam laga tersebut.

Situs Sofascore memberikan nilai 7,4 kepada Romeny, menjadikannya pemain dengan rating tertinggi ketiga setelah kiper Matt Ingram (9,1) dan bek Michal Helik (7,7). Angka ini juga berada di atas rata-rata pemain Oxford yang mencapai 6,99.

Senada, Whoscored juga memberi nilai 7,0 untuk Romeny, hanya kalah dari Ingram (7,5) dan Helik (7,5). Rata-rata nilai pemain Oxford versi Whoscored adalah 6,71.

Namun, Soccerway memiliki pandangan sedikit berbeda, memberikan Romeny poin 6,8. Angka ini menempatkannya di bawah delapan pemain lain, dengan rata-rata nilai Oxford versi Soccerway yang lebih tinggi, yakni 7,1.

Dengan kemenangan ini, Oxford United berhak melaju ke babak keempat Piala FA. Mereka kini menanti lawan berikutnya, yang bisa saja merupakan klub-klub dari Premier League, sesama tim Championship, atau bahkan klub dari divisi ketiga maupun yang lebih rendah.

Mureks