Manchester United mengambil langkah signifikan dalam proses pencarian manajer baru menyusul pemecatan Ruben Amorim. Kali ini, manajemen klub memutuskan untuk tidak melibatkan manajer legendaris Sir Alex Ferguson dalam diskusi penentuan juru taktik tim.
Dilansir dari Daily Mirror, keputusan krusial ini akan sepenuhnya berada di tangan co-owner Sir Jim Ratcliffe, Chief Executive Omar Berrada, dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. Ketiganya diyakini mampu membuat pilihan yang tepat tanpa adanya intervensi atau pengaruh dari Ferguson.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Pengaruh Ferguson dan Kritik Roy Keane
Meskipun tidak dilibatkan secara formal dalam proses seleksi kali ini, pengaruh Sir Alex Ferguson di Old Trafford masih terasa kuat. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Ferguson sempat menjadi konsultan klub dalam pemilihan manajer. Namun, catatan Mureks menunjukkan, rata-rata manajer yang diajukan pada masa itu justru dipecat lebih awal dan gagal mengangkat performa tim.
Kehadiran Ferguson di lingkungan klub bahkan menjadi sorotan tajam mantan anak asuhnya, Roy Keane. Menurut Keane, Ferguson seharusnya lebih fokus menikmati masa pensiunnya. “Siapa yang ambil keputusan di MU, Anda masih punya Ferguson dan David Gill yang menggantung, seperti aroma tak sedap. Siapa yang ambil keputusan? Ratcliffe, Wilcox? Siapa yang mewawancarai, lalu merasa mereka dan menyatakan, ‘pria ini buat kami’,” kata Keane, seperti dikutip dari Sky Sports.
Keane menilai, kesalahan fatal dalam memilih suksesor secara berulang menjadi alasan mengapa Ferguson sebaiknya tidak lagi terlibat dalam keputusan strategis klub. Meski demikian, Ferguson diketahui masih sering berdiskusi dengan sejumlah petinggi Setan Merah, bahkan sempat berbincang dengan direksi di tribune Old Trafford 24 jam sebelum Amorim dipecat.
Kandidat Pengganti dan Pilihan Ideal Keane
Sejumlah nama besar telah muncul sebagai kandidat potensial pengganti Ruben Amorim. Mereka antara lain Thomas Tuchel, Zinedine Zidane, Mauricio Pochettino, dan Carlo Ancelotti. Namun, Roy Keane memiliki pandangan berbeda dan secara terbuka menyuarakan dukungannya untuk Eddie Howe, manajer Newcastle United.
Keane memuji kinerja Howe yang dinilainya sangat baik. “Pekerjaannya saya sangat suka. Dia mengarungi banyak pertandingan. Ketika tim asuhannya nyetel, pasti main atraktif. Dia menerima kritik, tapi yang dilakukannya bersama Newcastle bagus. Dia telah menjalani 700 atau 800 pertandingan, masih muda juga, tenang, dan MU butuh sosok seperti itu,” ujar Keane.
Pilihan manajemen untuk tidak melibatkan Ferguson kali ini menandai era baru dalam pengambilan keputusan di Manchester United, dengan harapan dapat menemukan juru taktik yang tepat untuk mengembalikan kejayaan klub.






