Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, melontarkan kritik pedas terhadap mantan manajernya, Sir Alex Ferguson. Kritik ini muncul menyusul pemecatan Ruben Amorim sebagai pelatih Setan Merah, yang menandai babak baru turbulensi di Old Trafford.
Manchester United kini kembali dalam proses pencarian manajer tetap setelah Amorim didepak. Untuk sementara, skuad Setan Merah ditangani oleh Darren Fletcher, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih tim U-18.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Pemecatan Amorim berarti ia adalah manajer permanen keenam yang dipecat Manchester United sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada tahun 2013. Dalam periode tersebut, klub juga sempat ditangani oleh sejumlah manajer interim dan caretaker, termasuk Ryan Giggs, Michael Carrick, Ralf Rangnick, dan Ruud van Nistelrooy. Catatan Mureks menunjukkan, rentetan pergantian ini memperpanjang perjalanan klub yang penuh liku sejak ditinggal Sir Alex.
Keane tidak ragu menyebut nama Sir Alex Ferguson dan mantan direktur David Gill sebagai pihak yang masih memiliki andil dalam kekacauan pemilihan manajer. Ia meyakini keduanya masih punya pengaruh dan memberikan masukan di luar jalur resmi klub.
Kritik Pedas Roy Keane
“Siapa sih yang bikin keputusan-keputusan di Manchester United. Masih ada Ferguson dan David Gill yang menempel saja seperti bau busuk,” ujar Keane, dikutip dari Football365, Sabtu (10/1/2026).
Keane juga mempertanyakan proses seleksi manajer yang dilakukan klub. “Siapa yang bikin keputusan? Ratcliffe, Wilcox? Siapa yang datang ke proses wawancaranya, Anda berbicara ke seorang manajer, Anda mendapatkan kesan dari seseorang dan bilang ‘Diakah orang yang pas buat kita?'” tambahnya.
Menurutnya, kualifikasi di atas kertas tidak selalu menjadi jaminan. “Hampir melupakan CV. Anda perlu sesuatu di CV, tentunya, bahwa Anda sudah memenangi trofi atau sudah lama melatih. Tapi Anda mesti melihat saksama dan bertanya ‘Apakah kamu orang yang tepat memimpin kami?’.”
Mantan gelandang tangguh itu juga menyoroti bagaimana seorang manajer harus bisa mendapatkan rasa hormat dari para pemain. “Apa yang terjadi saat seseorang masuk ke ruang ganti, lalu para pemain top duduk dan bertanya ‘Sudah punya apa saja?’. Itulah yang dilakukan para pemain top. Kalau Anda belum punya jawabannya, para pemain itu akan memakan Anda hidup-hidup.”
Meski pernah menjadi orang kepercayaan Sir Alex di lapangan selama 12 tahun, hubungan personal Keane dengan mantan manajernya itu tidaklah dekat. Keduanya bahkan sempat bersitegang di akhir masa-masa Keane di MU, yang berujung pada kepergian pria Irlandia itu ke Celtic.






