Produsen kendaraan listrik raksasa asal Cina, BYD, menyatakan keresahannya terhadap praktik peniruan desain dan inovasi oleh para kompetitor. Meskipun demikian, BYD menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan terobosan baru demi kemajuan industri otomotif global.
Li Yunfei, General Manager Brand & Public Relation BYD Group, mengungkapkan bahwa fenomena penjiplakan ini telah memicu diskusi internal di perusahaan. “Pola ini menyebabkan diskusi internal di BYD mengenai apakah inovasi berkelanjutan masih bermanfaat jika hasilnya ditiru,” kata Li Yunfei, seperti dikutip dari Carnewschina pada Jumat (02/01).
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Menurut Li, biasanya satu perusahaan akan memimpin dengan inovasi baru, kemudian merek lain akan menyusul dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun. Situasi ini, Mureks mencatat bahwa, cukup meresahkan bagi BYD, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berinovasi.
Setelah melalui pertimbangan mendalam, perusahaan menyimpulkan bahwa inovasi harus tetap menjadi prioritas utama. “Perusahaan menyimpulkan inovasi harus terus berlanjut, karena tanpa terobosan orisinal pada akhirnya tidak akan ada yang bisa ditiru oleh orang lain,” tegas Li Yunfei.
Peran Sentral Pendiri BYD dalam Inovasi
Li Yunfei juga menyoroti peran krusial Wang Chuanfu, Pendiri BYD, dalam mendorong berbagai terobosan teknologi. Chuanfu tidak hanya berperan sebagai pimpinan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses riset dan pengembangan. Ia kerap mengikuti rapat teknis seharian penuh, membahas detail ilmiah seperti reaksi baterai hingga kapasitas jaringan listrik untuk pengisian daya cepat.
Konsistensi BYD dalam riset juga tercermin dari pendaftaran paten-paten baru. Hingga akhir tahun 2025, jenama asal Cina ini telah mendaftarkan beberapa terobosan, termasuk teknologi motor listrik yang diklaim mampu menyesuaikan daya magnet agar lebih efisien di berbagai kondisi.
“BYD memperkirakan peluncuran teknologi utama di masa mendatang akan terus menarik perhatian dan ditiru,” ujar Li Yunfei.
Meski demikian, Li memandang bahwa persaingan yang melibatkan peniruan inovasi adalah hal yang cukup normal dalam industri. BYD bahkan melihat proses ini sebagai kontribusi positif dalam pengembangan industri secara keseluruhan.
Berangkat dari pandangan tersebut, BYD terus memperkuat pengembangan Battery Electric Vehicle (BEV) maupun kendaraan hybrid. Perusahaan juga tengah menyiapkan inovasi-inovasi baru di masa depan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, memastikan berbagai mobil listrik dilengkapi teknologi terkini dapat segera dipasarkan kepada para pencinta otomotif.





