Nikita Achanta, seorang Penulis Senior di tim Ulasan Tom’s Guide, baru-baru ini merampungkan ulasan mendalamnya mengenai kamera Leica M EV1. Kamera ini telah memicu perdebatan sengit di berbagai forum daring, terutama karena integrasi electronic viewfinder (EVF) dan fitur bantu fokus. Fitur-fitur tersebut dianggap sebagian pihak sebagai langkah yang menyimpang dari tradisi rangefinder optik yang selama ini menjadi ciri khas lini seri M Leica.
Namun, setelah lebih dari tiga minggu pengujian intensif, termasuk memotret acara Natal bersama teman-temannya dan serangkaian uji coba mendalam, Achanta memiliki kesimpulan yang berbeda. Ia berpendapat bahwa M EV1 bukanlah sebuah kemunduran. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai upaya Leica untuk membuat sistem M menjadi lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Leica M EV1: Inovasi yang Memecah Belah
Leica M EV1, yang dibanderol seharga $8.995, merupakan kamera bergaya rangefinder yang dilengkapi sensor BSI CMOS 60.3MP dan prosesor Maestro III. Kamera ini juga menawarkan fitur bantu fokus manual seperti peaking, EVF resolusi tinggi 5.76M-dot, serta kemampuan cropping tiga resolusi (60MP, 36MP, 18MP).
Meskipun M EV1 mampu menghasilkan foto-foto yang memukau, memiliki penanganan yang baik, dan memungkinkan fokus yang sangat presisi, Achanta secara pribadi menyatakan bahwa ia tidak akan membelinya, bahkan jika ia memiliki dana tak terbatas. Baginya, ada daya tarik yang lebih kuat pada model lain dari keluarga Leica.
Leica Q3 43: Pilihan yang Lebih Menggoda
Pilihan Achanta jatuh pada Leica Q3 43, yang dihargai $7.380. Kamera ini disebutnya sebagai model yang “lebih serbaguna” dan “praktis sempurna untuk segala jenis fotografer.” Leica Q3 43 dilengkapi sensor CMOS 60.3MP dan memanfaatkan sistem autofokus terbaik di kelasnya dari Leica, menghasilkan gambar yang tajam dengan reproduksi warna yang indah.
Selain itu, Q3 43 hadir dengan lensa tetap 43mm baru yang memiliki bidang pandang standar dan mode makro khusus. Kamera ini juga ringkas dan nyaman digunakan, serta mampu merekam video 8K/30fps dan 4K/60fps. Keunggulan lainnya termasuk prosesor Maestro IV yang lebih canggih (M EV1 menggunakan Maestro III), Intelligent Hybrid AF, monitor tilt-type, dan kecepatan burst shooting 15fps.
Perbandingan dan Niche Pasar
Achanta mengamati bahwa M EV1 terasa seperti perpaduan antara kamera seri M dan seri Q. Meskipun kedua kamera berbagi ISO dasar 64 dan sensor 60.3MP, Q3 43 menawarkan lebih banyak fitur dengan harga yang sedikit lebih rendah. Satu-satunya hal yang hilang dari Q3 43 adalah kemampuan untuk mengganti lensa M-mount, karena ia hadir dengan lensa 43mm tetap. Namun, mode fokus manual tetap tersedia, memberikan fleksibilitas bagi pengguna.
M EV1, di sisi lain, ditujukan untuk jenis fotografer yang spesifik: mereka yang menginginkan kamera ringkas untuk fotografi yang “lambat dan terencana,” di mana ketelitian fokus menjadi prioritas. Ini sangat cocok untuk fotografi arsitektur, potret, atau studio dengan subjek yang cenderung diam. Achanta juga mengagumi berbagai profil warna M EV1, terutama “Monochrome High Contrast” yang memberikan kesan dramatis pada foto.
Alternatif Lebih Terjangkau di Pasar Kamera Premium
Achanta mengakui bahwa baik Leica M EV1 maupun Leica Q3 43 adalah kamera yang sangat mahal. Bagi banyak orang, harga kedua kamera ini mungkin di luar jangkauan. Dalam ringkasan Mureks, terdapat beberapa alternatif yang lebih terjangkau, meskipun tidak semuanya dapat dikategorikan sebagai opsi “budget”:
- Fujifilm GFX100RF: $4.899. Kamera format medium 102MP dengan bodi ringkas, sistem autofokus andal, dan dial rasio aspek.
- Sony RX1R III: $5.099. Kamera ringkas yang kuat dengan kualitas gambar resolusi tinggi, lensa 35mm yang indah, dan penanganan yang baik.
- Sony A7CR: $3.398. Kamera full frame 61MP dengan autofokus Sony yang luar biasa, IBIS, dan video 4K oversampled dalam bodi yang ringkas.
- Fujifilm X-E5: $1.699. Evolusi lini X-E dengan sensor 40.2MP yang stabil, prosesor X-Processor 5, autofokus kuat, dan video 6.2K/30p.
Pada akhirnya, pilihan antara Leica M EV1 dan Q3 43 sangat bergantung pada kebutuhan dan gaya fotografi individu. M EV1 cocok untuk pendekatan yang lebih terencana, sementara Q3 43 ideal untuk hampir semua jenis fotografer.






