Lazio telah meresmikan perekrutan gelandang muda asal Belanda, Kenneth Taylor, dari klub raksasa Eredivisie, Ajax. Kedatangan pemain berusia 23 tahun ini diharapkan mampu memperkuat lini tengah Biancocelesti untuk sisa musim ini. Kesepakatan transfer Taylor dilaporkan mencapai angka €15 juta, dengan potensi tambahan bonus sebesar €2 juta.
Langkah cepat Lazio dalam mengamankan jasa Taylor ini tak lepas dari kebutuhan tim setelah kepergian Matteo Guendouzi. Gelandang asal Prancis itu dikabarkan akan segera bergabung dengan klub Turki, Fenerbahce, meninggalkan celah di sektor tengah yang kini siap diisi oleh Taylor.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Kenneth Taylor bukanlah nama asing di kancah sepak bola Eropa. Ia merupakan produk asli akademi Ajax, bergabung dengan klub Amsterdam tersebut sejak usianya baru delapan tahun. Selama kariernya bersama Ajax, Taylor telah mencatatkan 184 penampilan di berbagai kompetisi. Selain itu, ia juga telah mengantongi lima caps bersama tim nasional Belanda.
Catatan Mureks menunjukkan, rekam jejak Taylor yang panjang di Ajax dan pengalamannya di level internasional menjadi nilai tambah signifikan bagi Lazio.
Target dan Kesan Pertama Kenneth Taylor di Lazio
Dalam wawancara perdananya dengan situs resmi klub, Taylor tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya. “Saya sangat bersemangat untuk memulai, ini adalah klub besar, semuanya sangat menyenangkan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa seluruh anggota keluarganya turut merasakan kebahagiaan atas kepindahannya ke Roma.
Taylor mengenang pertemuan sebelumnya dengan Lazio di kompetisi Eropa. “Musim lalu bersama Ajax berjalan sangat baik. Lazio mengalahkan kami 3-1, jadi mereka memberi kesan yang baik,” ungkapnya. Ia berharap dapat membawa pengalaman berharganya dari Ajax ke Lazio dan meraih trofi bersama tim barunya.
Gelandang yang dikenal dengan gaya bermain pantang menyerah ini juga memberikan pandangannya tentang liga baru yang akan dihadapinya. “Saya dikenal tidak pernah menyerah, meski kadang sedikit keras kepala,” kata Taylor. Ia menilai Serie A sebagai salah satu liga terbaik di dunia dan memberikan kesan positif baginya.
Mengenai perannya sebagai gelandang, Taylor memiliki filosofi yang jelas. Ia bertekad untuk selalu berada di kotak penalti demi mencetak gol. “Mencetak gol adalah hal terpenting dalam sepak bola,” tegasnya, menunjukkan ambisinya untuk berkontribusi langsung pada papan skor.
Bermain di klub sebesar Lazio tentu membawa tekanan tersendiri, namun Taylor tetap optimis. Ia yakin tim dapat menghadapinya dan menghadapi setiap pertandingan dengan tujuan meraih kemenangan.






