Toyota Motor Corporation mengambil langkah antisipatif di tengah situasi politik Venezuela yang tak menentu. Jenama otomotif asal Jepang itu mengimbau seluruh karyawannya di negara tersebut untuk sementara waktu tidak datang langsung ke tempat kerja dan beraktivitas dari rumah.
Keputusan ini diambil Toyota sebagai upaya melindungi tenaga kerja mereka, sembari terus memantau situasi dan perkembangan terkini di Venezuela. Menurut Mureks, langkah ini menunjukkan prioritas perusahaan terhadap keselamatan karyawan di tengah gejolak.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Toyota juga memastikan bahwa semua staf ekspatriat beserta keluarga mereka tetap dalam kondisi aman. Meski demikian, perusahaan tidak mengungkapkan secara gamblang jumlah karyawan yang terdampak akibat arahan kerja jarak jauh tersebut.
Pabrikan mengeklaim bahwa keputusan ini tidak berpengaruh pada aktivitas produksi kendaraan maupun layanan purna jual. Namun, fasilitas perakitan di Cumana, yang pernah memproduksi model Corolla, memang telah lama terganggu akibat krisis ekonomi yang melanda Venezuela.
Pabrik Cumana sendiri sudah menghadapi berbagai tantangan dan gangguan akibat permasalahan internal Venezuela. Skala produksinya terbilang kecil, hanya ratusan unit, dan sempat terhenti total akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
Gejolak Politik di Awal Tahun 2026
Awal tahun 2026, publik Venezuela dan komunitas internasional dikejutkan dengan aksi penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Penangkapan ini dilakukan oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat, dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan peredaran gembong narkoba.
Jaksa penuntut menuduh Maduro mengatur jalur penyelundupan kokain, menggunakan militer untuk melindungi pengiriman narkoba, melindungi kelompok bersenjata, serta memanfaatkan fasilitas kepresidenan untuk distribusi narkotika.
Menyusul penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela kemudian memerintahkan Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden, untuk segera mengambil alih dan menjalankan jabatannya sebagai presiden negara Amerika Latin tersebut.






