Film animasi klasik Studio Ghibli, Kiki’s Delivery Service, mengajak penonton menyelami perjalanan emosional seorang penyihir muda bernama Kiki. Dirilis pada tahun 1990, film berdurasi 103 menit ini disutradarai dan ditulis skenarionya oleh Hayao Miyazaki, berdasarkan karya Eiko Kadono. Menurut Mureks, film ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga kaya akan pesan tentang kemandirian dan penerimaan diri.
Kisah dimulai ketika Kiki, seorang penyihir berusia 13 tahun, harus mengikuti tradisi merantau untuk menemukan jati dirinya. Bersama kucing hitamnya yang bisa berbicara, Jiji, dan sapu terbang warisan ibunya, Kiki meninggalkan rumah. Perjalanannya membawanya ke Koriko, sebuah kota pesisir yang ramai, di mana ia harus beradaptasi dengan kehidupan baru yang serba asing.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Setelah insiden kecil saat terbang di tengah lalu lintas kota, Kiki menemukan tempat tinggal di toko roti milik Osono dan suaminya, Fukuo. Dengan semangat mandiri, ia membuka usaha ‘Witch Delivery Service’, layanan antar barang menggunakan sapu terbang. Pekerjaan pertamanya penuh tantangan, mulai dari badai angin, serangan burung gagak, hingga insiden lucu saat Jiji harus berpura-pura menjadi boneka kucing.
Seiring waktu, tekanan hidup mandiri mulai menguras energi Kiki, baik secara fisik maupun mental. Hubungannya dengan Tombo, seorang anak laki-laki yang terobsesi dengan dunia penerbangan, juga mengalami pasang surut. Kiki perlahan kehilangan kepercayaan diri, bahkan kekuatan sihirnya ikut memudar. Ia tidak lagi bisa terbang dan tidak dapat memahami ucapan Jiji, sebuah tanda krisis batin yang mendalam.
Melalui pertemuannya dengan Ursula, seorang pelukis muda, Kiki mulai menyadari bahwa kehilangan arah dan semangat adalah bagian tak terpisahkan dari proses tumbuh dewasa. Puncak cerita terjadi saat sebuah kecelakaan balon udara mengancam nyawa Tombo. Dalam situasi genting tersebut, Kiki menemukan kembali keberaniannya. Dengan tekad kuat untuk menolong orang lain, kekuatan terbangnya pun kembali.
Aksi penyelamatan heroik tersebut tidak hanya menyelamatkan Tombo, tetapi juga memulihkan rasa percaya diri Kiki. Di akhir cerita, Kiki kembali menjalankan jasa antar miliknya dengan hati yang lebih matang, menandai langkah awalnya sebagai penyihir muda yang mandiri dan bahagia.
Pemeran Utama
- Kirsten Dunst sebagai Kiki (versi Bahasa Inggris)
- Minami Takayama sebagai Kiki (versi Bahasa Jepang)
- Rei Sakuma sebagai Jiji
- Kappei Yamaguchi sebagai Tombo
- Keiko Toda sebagai Osono
- Mieko Nobusawa sebagai Kokiri (Ibu Kiki)
- Kôichi Miura sebagai Okino (Ayah Kiki)
- Haruko Katô sebagai Rô-fujin
- Hiroko Seki sebagai Barsa
- Yuriko Fuchizaki sebagai Ketto





