Hiburan

Nausicaä of the Valley of the Wind: Kisah Epik Pascaapokaliptik Hayao Miyazaki dengan Pesan Lingkungan Mendalam

Film animasi klasik “Nausicaä of the Valley of the Wind” (1987) garapan sutradara legendaris Hayao Miyazaki, menawarkan sebuah kisah epik fantasi pascaapokaliptik yang sarat dengan pesan lingkungan mendalam. Berdurasi 117 menit, film ini meraih rating impresif 8.8/10, menunjukkan kualitasnya yang diakui secara luas.

Cerita berlatar seribu tahun setelah “Seven Days of Fire”, sebuah perang dahsyat yang memusnahkan peradaban dan memicu bencana ekologi besar. Dunia kini didominasi oleh Toxic Jungle, hutan beracun luas yang dihuni serangga raksasa hasil mutasi. Di tengah kehancuran ini, sebuah ramalan beredar di kerajaan kecil Valley of the Wind tentang seorang penyelamat berpakaian biru yang akan muncul.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Putri Nausicaä, seorang gadis berusia 16 tahun yang disuarakan oleh Sumi Shimamoto, tampil sebagai sosok yang berbeda. Ia dikenal berani menjelajahi Toxic Jungle tanpa rasa takut, bahkan mampu berkomunikasi dengan makhluk-makhluknya, termasuk Ohm, serangga raksasa berzirah mirip trilobit. Nausicaä memiliki keyakinan kuat bahwa hutan beracun bukanlah musuh mutlak manusia, melainkan bagian dari ekosistem yang perlu dipahami.

Ketenangan Valley of the Wind terusik saat sebuah pesawat kargo raksasa milik Kekaisaran Tolmekia jatuh di wilayah mereka. Nausicaä bergegas menolong, namun hanya menemukan Putri Lastelle dari Pejite yang masih hidup. Dalam napas terakhirnya, Lastelle meminta Nausicaä untuk menghancurkan muatan pesawat: sebuah embrio Giant Warrior, senjata biologis humanoid raksasa yang menjadi penyebab “Seven Days of Fire”.

Embrio ini, yang direbut Tolmekia dari Pejite, memicu amukan serangga hutan akibat bobotnya yang menyebabkan pesawat jatuh. Nausicaä berhasil menenangkan salah satu serangga yang terluka dan menyelamatkan desanya dari serangan. Namun, tak lama kemudian, pasukan Tolmekia di bawah komando Putri Kushana menyerbu Valley of the Wind dan membunuh ayah Nausicaä, Raja Jihl.

Duka dan amarah mendorong Nausicaä untuk melawan, tetapi Yupa, pendekar tua yang bijaksana, berhasil menghentikan pertumpahan darah. Kushana memiliki ambisi besar untuk membangkitkan Giant Warrior dan membakar habis Toxic Jungle, sebuah rencana yang menurut Obaba, perempuan bijak di Valley, selalu berakhir bencana. Obaba memperingatkan bahwa “usaha menghancurkan hutan selalu berakhir bencana, karena Ohm akan membalas dan menghancurkan kota-kota manusia.”

Dari kebun rahasia yang dirawat Nausicaä, terungkap fakta penting: tanaman hutan tidak beracun jika tumbuh di tanah dan air yang bersih. Racun justru muncul karena tanah permukaan telah tercemar. Mureks mencatat bahwa penemuan ini menjadi titik balik penting dalam pemahaman Nausicaä tentang ekosistem.

Nausicaä kemudian dibawa sebagai sandera bersama Kushana menuju Pejite. Namun, pesawat mereka ditembak jatuh oleh pasukan Pejite. Terjatuh di tengah hutan, Nausicaä kembali menunjukkan kemampuannya menenangkan para Ohm yang terusik. Dalam upaya menolong pilot penyerang, ia bertemu Asbel, saudara kembar Lastelle.

Keduanya terperosok ke lapisan bawah Toxic Jungle dan menemukan dunia tersembunyi yang bersih dan subur. Dari sinilah Nausicaä memahami kebenaran besar: hutan beracun sebenarnya memurnikan tanah dan air, menjadi harapan bagi masa depan umat manusia. Penemuan ini menegaskan pesan sentral film tentang harmoni antara manusia dan alam.

Daftar Pengisi Suara Utama

  • Sumi Shimamoto sebagai Nausicaä
  • Mahito Tsujimura sebagai Jihl
  • Hisako Kyôda sebagai Oh-Baba
  • Gorô Naya sebagai Yupa
  • Ichirô Nagai sebagai Mito
  • Kôhei Miyauchi sebagai Goru
  • Jôji Yanami sebagai Gikkuri
  • Minoru Yada sebagai Niga
  • Rihoko Yoshida sebagai Teto

Tim Produksi

  • Sutradara: Hayao Miyazaki
  • Penulis Skenario: Hayao Miyazaki, Cindy Davis, Donald H. Hewitt, Kazunori Itô
  • Studio: Nibariki, Tokuma Shoten, Hakuhodo
Mureks