Hiburan

Menjelajahi Relung Hati Anna: Persahabatan Misterius dan Pencarian Jati Diri dalam ‘When Marnie Was There’

Film animasi When Marnie Was There (2015) menyuguhkan kisah coming of age yang lembut namun sarat emosi. Disutradarai oleh Hiromasa Yonebayashi, film ini mengajak penonton menyelami perjalanan Anna Sasaki, seorang gadis berusia 12 tahun yang bergulat dengan rasa rendah diri dan kesulitan mengekspresikan perasaannya.

Anna tinggal di Sapporo bersama orang tua angkatnya, Yoriko dan suaminya. Sebuah serangan asma di sekolah mendorong dokter menyarankan Anna untuk menghabiskan waktu di lingkungan dengan udara yang lebih bersih. Mengikuti saran tersebut, Anna dikirim untuk berlibur musim panas di rumah kerabat Yoriko, Setsu dan Kiyomasa Oiwa, di sebuah kota pesisir yang tenang, terletak di antara Kushiro dan Nemuro.

Simak artikel informatif lainnya hanya di mureks.co.id.

Di lingkungan baru yang sepi dan dikelilingi alam luas, Anna sering menyendiri. Perhatiannya kemudian tertuju pada sebuah rumah besar tua yang tampak kosong di seberang rawa asin. Ada perasaan akrab yang sulit dijelaskan setiap kali ia memandang bangunan misterius itu. Suatu hari, Anna nekat menyelidiki rumah tersebut, namun terjebak pasang laut dan diselamatkan oleh Toichi, seorang nelayan tua setempat. Di rumah itu, Anna melihat seorang gadis pirang misterius.

Pada malam festival Tanabata, Anna kembali ke rumah tua tersebut dan akhirnya bertemu dengan gadis itu, yang memperkenalkan diri sebagai Marnie. Keduanya sepakat untuk merahasiakan pertemuan mereka. Sejak saat itu, hubungan Anna dan Marnie berkembang menjadi persahabatan yang intens dan penuh kehangatan. Marnie mengajak Anna ke sebuah pesta di rumah itu, di mana Anna melihat Marnie berdansa dengan seorang anak laki-laki bernama Kazuhiko. Anna pun mulai menggambar sketsa Marnie, sebuah bakat yang menarik perhatian Hisako, seorang pelukis tua. Hisako mengatakan bahwa sketsa Anna sangat mirip dengan seorang gadis bernama Marnie yang pernah ia kenal di masa mudanya.

Petunjuk demi petunjuk membuat hubungan Anna dan Marnie terasa semakin misterius. Ketika sebuah keluarga baru pindah ke rumah tua tersebut, Anna bertemu Sayaka, gadis seusianya, yang menemukan buku harian Marnie tersembunyi di laci. Di sisi lain, Anna diliputi konflik batin setelah mengetahui bahwa orang tua angkatnya menerima bayaran untuk merawatnya. Ia merasa cintanya palsu dan kembali menyimpan amarah pada orang tua kandungnya yang telah meninggalkannya. Kepada Marnie, Anna meluapkan semua perasaan itu.

Marnie pun membuka luka hatinya sendiri. Ia bercerita tentang orang tua yang sering bepergian ke luar negeri dan meninggalkannya bersama pengasuh yang kejam. Para pembantu sering menakut-nakutinya dengan silo di dekat rumah. Untuk membantu Marnie menghadapi ketakutannya, Anna mengajaknya ke silo tersebut. Marnie berhasil mengatasi rasa takutnya, namun mulai memanggil Anna dengan nama Kazuhiko. Mureks mencatat bahwa momen ini menjadi titik balik penting dalam mengungkap lapisan-lapisan misteri hubungan mereka. Ketika badai datang, Anna bermimpi Marnie pergi, dan saat terbangun, Marnie benar-benar menghilang.

Halaman buku harian Marnie yang hilang akhirnya ditemukan Sayaka, mengungkap hubungan Marnie dengan Kazuhiko dan silo. Anna ditemukan tak sadarkan diri dengan demam tinggi dan dibawa kembali ke rumah Oiwa. Dalam pertemuan terakhir yang emosional, Anna menghadapi Marnie dan mengungkapkan rasa sakit hatinya. Marnie meminta maaf dan mengatakan mereka tak bisa bertemu lagi. Sebelum berpisah, Anna menyatakan cintanya dan memaafkan Marnie, menandai penerimaan dirinya sendiri dan masa lalunya.

Pemeran Utama When Marnie Was There

  • Sara Takatsuki sebagai Anna Sasaki
  • Kasumi Arimura sebagai Marnie
  • Nanako Matsushima sebagai Yoriko Sasaki
  • Susumu Terajima sebagai Kiyomasa Oiwa
  • Toshie Negishi sebagai Setsu Oiwa
  • Ryôko Moriyama sebagai Elderly Lady
  • Kazuko Yoshiyuki sebagai Nanny
  • Hitomi Kuroki sebagai Hisako
  • Yûko Kaida sebagai Marnie’s Mother
  • Hiroyuki Morisaki sebagai Art Teacher
Mureks