Otomotif

Korlantas Polri Ungkap Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun 6,16 Persen Berkat Pendekatan Humanis

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat tren positif dalam upaya peningkatan keselamatan berkendara di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas nasional berhasil ditekan hingga turun 6,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan signifikan ini juga diikuti dengan berkurangnya angka korban meninggal dunia akibat insiden di jalan raya. Data yang dihimpun Mureks menunjukkan bahwa strategi baru Korlantas yang mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis mulai membuahkan hasil.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa Menurun Drastis

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa data menunjukkan adanya perbaikan yang nyata. “Kami laporkan bahwa kecelakaan lalu lintas tahun 2024 sebanyak 150.096, kemudian pada 2025 turun menjadi 141.608 atau turun 6,16 persen. Ini menunjukkan ada tren penurunan peristiwa kecelakaan dari tahun ke tahun,” ujar Irjen Agus dalam keterangan resminya.

Selain jumlah kecelakaan, angka korban meninggal dunia juga mengalami penurunan drastis. Pada tahun 2024, tercatat 26.839 jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Angka ini berhasil ditekan hingga berkurang sebanyak 5.122 jiwa pada tahun 2025, atau turun sekitar 19,8 persen.

Pendekatan Humanis dan Program ‘Polantas Menyapa’ Jadi Kunci

Irjen Agus menjelaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari perubahan cara bertindak Polantas di lapangan. Fokus tidak lagi semata pada penindakan, melainkan lebih aktif membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. “Pendekatan humanis ini salah satu program Bapak Kapolri, yakni Polantas Menyapa. Jadi bukan mengejar pelanggaran, tapi datang ke komunitas, ke sekolah, ke pondok pesantren, dan berbicara tentang keselamatan lalu lintas. Dampaknya cukup signifikan,” jelasnya.

Program “Polantas Menyapa” yang diinisiasi langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memungkinkan petugas lalu lintas hadir langsung di tengah komunitas, sekolah, hingga pondok pesantren. Melalui interaksi langsung ini, edukasi keselamatan berkendara dapat disampaikan secara lebih personal dan efektif.

Irjen Agus menegaskan komitmen Polri untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik. “Kami tidak mau masyarakat benci dengan kami. Kami harus mendekat, berkomunikasi, dan merangkul. Polri harus berubah untuk melayani, bukan untuk dilayani,” pungkasnya, menekankan pentingnya transformasi Polri yang menempatkan pelayanan publik dan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama.

Mureks