Otomotif

Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Puncak Arus Balik Nataru 2-4 Januari 2026

Korlantas Polri memprediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 akan terjadi pada 2, 3, dan 4 Januari 2026. Menurut Mureks, peningkatan volume kendaraan menuju Jakarta telah terpantau sejak akhir pekan lalu, baik dari arah Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Bandung.

Peningkatan volume lalu lintas ini terungkap usai Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Polres wilayah. Rapat yang berlangsung di Command Center KM 29 tersebut membahas kesiapan pengendalian arus balik secara bertahap.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menjelaskan, arus balik memang sudah diprediksi terjadi sejak akhir pekan. Untuk menjaga kelancaran, Korlantas telah menerapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek.

“Sesuai prediksi, arus balik mulai terjadi pada hari Sabtu. Tadi malam kami telah melakukan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari KM 70, KM 65 hingga KM 47,” ujar Brigjen Pol Faizal, seperti yang Mureks catat.

Faizal menambahkan, kondisi lalu lintas diperkirakan relatif landai pada hari Senin. Namun, potensi lonjakan kendaraan masih terbuka menjelang akhir pekan berikutnya, khususnya pada Jumat hingga Minggu.

Sebagai bagian dari upaya antisipasi, Polres Karawang, Jawa Barat, sebelumnya telah memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow satu lajur di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Cikampek, mulai dari KM 47 hingga KM 65 pada Kamis (25/12/2025).

Untuk mengantisipasi lonjakan lebih lanjut, Korlantas Polri menyatukan persepsi dengan para Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) dari tujuh Polda prioritas. Koordinasi juga berlangsung secara daring melalui command center, termasuk pembahasan kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga.

“Pelaksanaan kebijakan dilakukan secara humanis dan persuasif sesuai dengan atensi Kakorlantas Polri,” kata Faizal.

Selain fokus pada arus balik, Korlantas juga meminta jajaran di lapangan untuk mengantisipasi kepadatan di kawasan wisata. Lokasi rekreasi dan pantai diperkirakan tetap menjadi tujuan masyarakat selama sisa masa libur Nataru.

Terkait malam pergantian tahun, Korlantas Polri memastikan skema rekayasa lalu lintas tetap disiapkan, meskipun kegiatan kembang api tidak diperkenankan. Sosialisasi kepada masyarakat pun diminta dilakukan lebih awal untuk meminimalkan potensi kepadatan.

Brigjen Pol Faizal kembali menegaskan bahwa puncak arus balik diprediksi terjadi pada 2, 3, dan 4 Januari 2026. Periode tersebut dinilai krusial karena berdekatan dengan aktivitas masyarakat sebelum kembali bekerja pada 5 Januari.

Mureks