SERANG – Kawasan Wisata Religi Banten Lama di Kota Serang, Banten, terendam banjir setinggi lutut orang dewasa pada Jumat (2/1/2026) sore. Meskipun demikian, aktivitas ziarah di lokasi tersebut dipastikan tetap berjalan normal.
Koordinator Satgas Keamanan Banten Lama, Basuni, menjelaskan bahwa banjir mulai menggenangi area sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut selama dua jam.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Penyebab Banjir dan Kebijakan Ziarah
“Selain hujan, banjir juga disebabkan adanya luapan air dari kanal yang masuk ke area Banten Lama hingga ke area pemakaman,” ujar Basuni di Serang, Jumat (2/1/2026).
Basuni menegaskan bahwa pelayanan bagi para peziarah tidak dihentikan. Pihaknya mengambil kebijakan untuk memindahkan lokasi doa ziarah ke tempat yang lebih tinggi, seperti di area pendopo atau padepokan, demi kenyamanan pengunjung.
“Untuk penziarahan tetap berjalan, karena kasihan juga warga yang sudah datang jauh-jauh ke sini ingin ziarah. Hanya posisinya saja kita pindahkan,” jelasnya.
Mureks mencatat bahwa peristiwa banjir ini merupakan kali kedua terjadi di Banten Lama dalam beberapa tahun terakhir. Namun, dampaknya dinilai tidak separah banjir besar yang pernah melanda kawasan situs sejarah tersebut pada tahun 2022.
Antisipasi dan Koordinasi
Saat ini, petugas Satgas Keamanan Banten Lama terus bersiaga memantau perkembangan debit air. Hujan yang masih berlangsung menjadi perhatian utama.
Pihak Satgas juga menyatakan siap berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika situasi memerlukan penanganan lebih lanjut untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung serta warga sekitar.





