Tren

Konflik Memanas di Suriah Utara: Bentrok Tentara Suriah dan SDF Picu Pengungsian Massal di Aleppo

Gelombang pengungsian kembali terjadi di Kota Aleppo, Suriah utara, menyusul pecahnya bentrokan bersenjata antara Tentara Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi pada Rabu, 7 Januari 2026. Ribuan warga terpaksa meninggalkan kawasan permukiman Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh yang mayoritas penduduknya adalah etnis Kurdi.

Eskalasi konflik ini menandai kembali memanasnya situasi di wilayah tersebut. Bentrokan yang intensif memaksa penduduk sipil mencari perlindungan, meninggalkan rumah mereka di tengah ketidakpastian.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Otoritas Suriah Tetapkan Zona Militer Tertutup dan Jam Malam

Menanggapi situasi yang memburuk, otoritas Suriah pada hari yang sama, Rabu (7/1), secara resmi menetapkan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh sebagai zona militer tertutup. Langkah ini diikuti dengan pemberlakuan jam malam ketat di kedua wilayah tersebut.

Menurut pantauan Mureks, pemerintah juga membuka koridor kemanusiaan khusus untuk memfasilitasi evakuasi warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran. Koridor ini diharapkan dapat memberikan jalur aman bagi mereka yang ingin meninggalkan zona konflik.

Bantuan Darurat dan Evakuasi Warga

Tim pertahanan sipil segera bergerak untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban dan membantu proses transportasi warga ke tempat-tempat penampungan sementara. Upaya ini krusial untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para pengungsi.

Situasi di Aleppo utara terus menjadi perhatian global, mengingat kompleksitas konflik yang melibatkan berbagai pihak dan dampaknya terhadap populasi sipil. Komunitas internasional menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan perlindungan warga sipil.

Mureks