Sabtu, 10 Januari 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi Amanda Caswell. Jurnalis yang biasanya mengandalkan ChatGPT untuk produktivitas kerja ini, justru menggunakannya untuk mengatasi masalah pribadi yang mendesak: menemukan lensa kontak yang hilang di kamar mandi.
Ketika Kebutaan Menjadi Hambatan
Bagi Amanda, kehilangan lensa kontak bukanlah sekadar ketidaknyamanan kecil. Sejak bayi, ia telah menjalani operasi mata dan bergantung pada kacamata atau lensa kontak. Tanpa alat bantu penglihatan tersebut, ia praktis buta. Ketika lensa kontaknya terlepas di tengah sesi keramas, situasinya berubah menjadi “full stop” atau berhenti total.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Dengan satu mata buram dan mata lainnya tidak berfungsi, Amanda tidak memiliki petunjuk di mana sepotong plastik bening itu mungkin mendarat. Lensa kontaknya bukan jenis sekali pakai, menjadikannya kesalahan yang mahal jika hilang. Kepanikan mulai melanda saat ia berdiri setengah buta, menatap lantai kamar mandi dan merasa harinya akan berantakan.
AI Sebagai “Mata Kedua”
Dalam keputusasaan dan rasa penasaran, Amanda mencoba pendekatan yang berbeda. Ia membuka aplikasi ChatGPT, mengaktifkan fitur Voice dan Vision, lalu perlahan mengarahkan ponselnya ke seluruh lantai kamar mandi. Sebelum mengaktifkan kamera, ia mengajukan pertanyaan sederhana: “Bisakah Anda membantu saya menemukan lensa kontak saya?”
ChatGPT segera menawarkan saran dasar, seperti memeriksa keset kamar mandi, lantai, atau bahkan kelopak matanya. Namun, Amanda melangkah lebih jauh. Dengan Voice dan Vision aktif, ia membiarkan ChatGPT memandunya secara real-time saat ia memindai lantai, secara efektif mengubah AI menjadi sepasang mata kedua.
Yang mengejutkan Amanda bukanlah upaya ChatGPT untuk membantu, melainkan betapa spesifiknya bantuan yang diberikan chatbot tersebut. Alih-alih saran yang samar, ChatGPT menunjukkan hal-hal seperti “kurva transparan kecil di dekat tepi ubin, di mana cahaya memantul sedikit berbeda dari permukaan sekitarnya.”
Setelah beberapa menit berjongkok dan mengikuti panduan ChatGPT, Amanda menyeka sedikit air dan menemukan lensa kontaknya. Lensa itu utuh, tidak hancur, dan tidak hilang selamanya ke saluran pembuangan.
Bukan Sekadar Pengenalan Objek
ChatGPT Vision tidak “mengenali” lensa kontak seperti mengenali anjing atau tumbuhan. Sebaliknya, ia menganalisis kontras, pantulan, bentuk, dan anomali kecil—hal-hal yang mudah terlewatkan ketika penglihatan terganggu dan otak sedang stres. Dalam kasus ini, AI tidak lebih pintar dari Amanda, melainkan “lebih tenang”.
Catatan Mureks menunjukkan, kemampuan AI dalam menganalisis kontras, refleksi, dan anomali kecil ini membuka potensi baru untuk membantu pengguna menemukan berbagai benda kecil yang sulit terlihat. Jika Anda kehilangan benda kecil seperti lensa kontak, anting, paku, atau benda lain yang sulit ditemukan, metode ChatGPT Vision patut dicoba. Ini membuktikan bahwa fungsi paling berguna dari AI terkadang bukanlah sesuatu yang diharapkan atau biasa, melainkan membantu Anda menemukan sesuatu yang secara harfiah tidak dapat Anda lihat.






