Tren

Kisah Inspiratif Ahmad Nabil Rosli: Driver Ojol Bertangan Satu Berjuang Demi Biaya Pernikahan

Keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk menyerah pada hidup atau berhenti mengejar cita-cita. Pesan kuat inilah yang terpancar dari kisah Ahmad Nabil Rosli (26), seorang pria bertangan satu asal Terengganu, Malaysia bagian timur, yang belakangan menjadi sorotan publik. Perjuangannya sebagai pengantar makanan viral di media sosial, memicu simpati dan kekaguman luas, terutama karena ia berjuang mengumpulkan biaya pernikahan di tengah kondisi fisiknya yang tidak sempurna.

Perhatian publik terhadap Nosli, sapaan akrabnya, mulai meningkat sejak sebuah video dirinya beredar luas pada November lalu. Video tersebut merekam momen ketika ia dihentikan oleh seorang polisi lalu lintas dalam pemeriksaan rutin saat mengendarai sepeda motor untuk mengantar pesanan. Petugas tampak terkejut saat menyadari Nosli tidak memiliki lengan kiri dan spontan bertanya, “Apakah tangan Anda terluka, bang?” Video singkat ini dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial di Asia.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kecelakaan Tragis yang Mengubah Hidup

Menurut laporan Sinar Harian, media lokal Malaysia yang dikutip Mashable Indonesia, Nosli kehilangan lengan kirinya akibat kecelakaan lalu lintas pada Mei 2017. Insiden tragis itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Sepeda motor yang dikendarainya terseret ke tengah jalan dan terbakar, menyebabkan Nosli mengalami luka serius. Kondisinya sempat sangat kritis, bahkan ia jatuh koma dan mengalami henti jantung selama sekitar 30 menit.

“Para dokter melakukan segala cara untuk menyelamatkan saya. Itu momen yang sangat kritis,” ujar Nosli, mengenang kembali peristiwa nahas tersebut.

Meskipun kecelakaan itu merenggut satu anggota tubuhnya, Nosli memilih untuk memandang peristiwa tersebut sebagai anugerah terselubung. Ia menyebutnya sebagai kesempatan kedua untuk hidup, dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan hidupnya dengan sikap yang lebih kuat dan optimistis. Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam proses pemulihannya. Nosli mengaku mendapatkan dorongan besar dari orang tua serta saudara-saudaranya yang tak henti menyemangatinya agar tidak menyerah pada keadaan.

Perjuangan di Jalanan: Lebih dari 30 Pesanan Setiap Hari

Beberapa tahun pasca-kecelakaan, Nosli memutuskan untuk bekerja sebagai kurir pengantar makanan. Sejak tahun 2021, ia juga aktif membagikan kesehariannya di media sosial, mulai dari persiapan bekerja hingga proses mengantar pesanan. Aktivitas ini secara tidak langsung membuka mata banyak orang tentang realitas perjuangan penyandang disabilitas di dunia kerja.

Mureks mencatat bahwa meskipun hanya memiliki satu lengan, Nosli mampu menyelesaikan lebih dari 30 pesanan setiap hari, bekerja dari pagi hingga malam. “Kadang saya bahkan bisa memecahkan rekor sendiri, sampai 50 pesanan dalam sehari,” ungkapnya.

Dalam menjalankan pekerjaannya, Nosli kerap mendapat respons positif dari para pelanggan. Banyak yang bersikap ramah dan memahami kondisinya, bahkan tak jarang mengirimkan pesan penyemangat. Ia juga memutuskan untuk tidak lagi menggunakan lengan prostetik saat bekerja. Pasalnya, pemakaian intensif justru menimbulkan rasa sakit pada saraf bahunya. Keputusan ini diambil agar ia dapat bekerja secara maksimal tanpa memperparah kondisi fisiknya.

Mengejar Mimpi Pernikahan di Tahun Depan

Motivasi utama Nosli bekerja keras saat ini adalah rencananya untuk menikah. Ia mengungkapkan sedang menabung demi mempersiapkan pernikahan dengan pasangannya yang tinggal di Singapura. Meski enggan membeberkan identitas sang kekasih, Nosli menyebut mereka menargetkan pernikahan pada Desember tahun depan.

“Saya berharap dengan membagikan cerita ini, saya bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk menghadapi tantangan dengan cara yang positif,” ucap Nosli.

Kisah hidup Nosli semakin mendapat perhatian luas setelah diangkat oleh sebuah stasiun radio. Seorang pendengar yang tersentuh oleh ceritanya bahkan menawarkan diri untuk menanggung biaya pernikahan Nosli. Tawaran ini semakin memperkuat gelombang dukungan yang mengalir dari masyarakat luas.

Pro dan Kontra Warganet: Antara Pujian dan Kekhawatiran

Di media sosial, respons warganet didominasi pujian dan doa. “Saya percaya Tuhan akan memperlakukan dengan baik siapa pun yang tidak pernah menyerah. Sosok seperti Nosli layak mendapat rasa hormat kita,” tulis seorang pengguna internet.

Namun, tidak semua komentar bernada positif. Sebagian warganet menyuarakan kekhawatiran terkait keselamatannya. “Saya tidak menyarankan dia melakukan pekerjaan ini. Terlalu berbahaya mengendarai sepeda motor di jalan raya hanya dengan satu lengan. Mengapa tidak mencari pekerjaan di dalam ruangan saja?” tulis komentar lainnya.

Terlepas dari berbagai pro dan kontra, kisah Ahmad Nabil Rosli telah menjelma menjadi simbol ketangguhan dan semangat pantang menyerah. Perjalanannya membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak selalu menjadi penghalang untuk bekerja keras, mengejar mimpi, dan menginspirasi banyak orang di sekitarnya.

Mureks