Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tengah mematangkan persiapan bersama mitra Turki menjelang pertemuan perdana antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan Turki dalam format “2+2”. Dialog bersejarah ini dijadwalkan berlangsung di Ankara, Jumat (9/1/2026).
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Grata Endah Werdaningtyas, menyampaikan bahwa persiapan akhir dilakukan dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Asia-Pasifik Kemlu Turki, Korkut Gungen, yang turut didampingi Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama. Pertemuan final ini berlangsung di Ankara pada Kamis (8/1/2026) waktu setempat.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
“Pertemuan kami bertujuan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan matang, termasuk finalisasi program, agenda, dan pengaturan teknis,” kata Endah, seperti dikutip tim redaksi Mureks.
Endah menambahkan, pertemuan persiapan tersebut berjalan lancar dan konstruktif. Kedua belah pihak, Indonesia dan Turki, menunjukkan keyakinan serta komitmen bersama agar dialog “2+2” ini sukses dan membawa manfaat signifikan bagi penguatan hubungan bilateral.
“Pertemuan tersebut mencerminkan semangat kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Turki, khususnya di sektor-sektor prioritas dan kerja sama pertahanan,” tegas Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu RI itu.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa pertemuan “2+2” ini merupakan tindak lanjut dari “High Level Strategic Cooperation Council” antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
“Pokok-pokok pembahasan pertemuan 2+2 nantinya ini merupakan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan juga energi,” ungkap Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurut Mureks, Yvonne juga menyebutkan bahwa kedua pihak akan membahas kerja sama industri pertahanan dan isu regional lainnya, termasuk Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik. Selain itu, pengembangan koordinasi dan kerja sama multilateral, serta isu Palestina, juga akan menjadi agenda penting dalam dialog tersebut.
Sebagai informasi, Indonesia saat ini hanya memiliki mekanisme “2+2” di tingkat menteri luar negeri dan menteri pertahanan dengan beberapa negara lain, yaitu Australia, Jepang, China, dan Prancis, selain dengan Turki.
Setelah merampungkan pertemuan “2+2” di Ankara, Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan akan bertemu langsung dengan Presiden Erdogan di Istanbul pada Sabtu (10/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono akan menyampaikan undangan resmi dari Presiden RI kepada Presiden Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) organisasi D8. Indonesia akan menjadi pemegang keketuaan organisasi tersebut dan KTT D8 rencananya akan digelar pada April tahun ini.






