Tren

Kemkomdigi Siapkan Garuda Spark, Perkuat Daya Tahan Ekosistem Startup Nasional di Tengah Tekanan Berat

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meluncurkan Garuda Spark sebagai strategi utama untuk memperkuat kepercayaan dan daya tahan ekosistem startup nasional. Inisiatif ini hadir di tengah tekanan berat yang dihadapi industri digital saat ini, dengan fokus pada kolaborasi konkret di Bandung.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menjelaskan bahwa Garuda Spark dirancang sebagai hub kolaborasi, bukan sekadar ruang inkubasi simbolik. “Industri startup berbeda memang dari ketika baru dilahirkan dengan sekarang yang sudah penuh tantangan. Jadi bagaimana menghadapi tantangan ini bersama itulah yang dicoba dilakukan oleh Garuda Spark dengan cara membuat satu ekosistem, di dalamnya bertemu para startup, investor, pemerintah, dan lain-lain,” ujar Meutya di Bandung, Senin (5/1/2026).

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Garuda Spark: Membangun Kepercayaan dan Ekosistem Terbuka

Sejak diluncurkan pada 27 September 2025, Garuda Spark Bandung telah mengurasi dan mendampingi 10 startup baru, sebagian di antaranya sudah diluncurkan ke publik. Meutya menegaskan pentingnya peningkatan tingkat kepercayaan di kalangan pelaku startup. “Yang kami dorong pertama adalah confidence level. Garuda Spark hadir untuk memastikan startup tidak berjalan sendiri,” tambahnya.

Berbeda dengan model inkubasi tradisional, Garuda Spark mengusung konsep ekosistem terbuka. Platform ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari startup, investor, akademisi, komunitas, hingga pemerintah, dalam satu ruang kolaboratif. Pemerintah, menurut Meutya, berperan sebagai fasilitator untuk memperkuat fondasi kepercayaan dan kesinambungan, tanpa mengambil alih peran kreatif startup.

Bandung dipilih sebagai percontohan nasional karena dinilai memiliki modal kreativitas, talenta, dan ekosistem yang relatif matang. Keberhasilan di Bandung diharapkan dapat menjadi inspirasi dan model bagi pengembangan serupa di wilayah lain, termasuk di luar Pulau Jawa. Mureks mencatat bahwa pemilihan Bandung ini didasari potensi lokal yang kuat untuk inovasi digital.

Menghadapi Tantangan Global dan Transformasi Digital

Meutya Hafid mengakui bahwa tahun 2025 merupakan periode yang menantang bagi startup di seluruh ASEAN, termasuk Indonesia. “Reportase-reportase yang dibuat mengatakan bahwa tahun 2025 tidak mudah untuk startup se-ASEAN, dan Indonesia juga tidak terkecuali, tapi kita harus bangkit bersama-sama, karena ke depan juga belum tentu lebih mudah, kita ingin membangun kebangkitan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, Garuda Spark juga akan menjadi bagian integral dari strategi nasional transformasi digital “3T lanjutan”, yaitu terhubung, tumbuh, dan terjaga. Dalam konteks ini, startup diposisikan sebagai motor utama untuk aspek “tumbuh”, memastikan ruang digital diisi oleh inovasi produktif, bukan sekadar konsumsi atau aktivitas negatif.

Menkomdigi menekankan bahwa Garuda Spark bukan inisiatif jangka pendek. Peran negara, menurutnya, telah bergeser dari sekadar regulator menjadi mitra strategis bagi startup dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks dan kompetitif. “Ke depan itu pemerintah harus hadir bersama dengan teman-teman startup tanah air untuk bangkit,” pungkas Meutya.

Mureks