Tren

Kembali Ditemukan: ‘Penelope’, Kisah Fantasi Romantis Christina Ricci yang Mengajarkan Cinta Diri, Kini Gratis di Roku Channel

Sabtu, 03 Januari 2026, sebuah film fantasi romantis yang sempat terlupakan, “Penelope”, kembali menarik perhatian penikmat sinema. Film yang dibintangi Christina Ricci ini kini tersedia secara gratis di Roku Channel, menawarkan kisah magis yang sarat pesan tentang pentingnya mencintai diri sendiri apa adanya.

Disutradarai oleh Mark Palansky, “Penelope” pertama kali dirilis pada tahun 2006 dan menampilkan jajaran aktor ternama seperti James McAvoy, Reese Witherspoon, Peter Dinklage, dan Catherine O’Hara. Film ini mengisahkan seorang wanita muda yang hidup dengan hidung babi, akibat kutukan yang menimpa keluarganya.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Kisah Kutukan dan Pencarian Cinta Sejati

Penelope Wilhern (Christina Ricci) lahir dengan hidung babi, sebuah kondisi yang merupakan hasil dari kutukan kuno terhadap keluarganya. Karena rasa malu dan takut akan dunia luar, orang tuanya yang terlalu protektif menyembunyikannya dari publik. Konon, kutukan itu hanya bisa dipatahkan jika “seseorang dari jenisnya” jatuh cinta padanya.

Seiring bertambahnya usia, orang tua Penelope diam-diam mengatur serangkaian kencan dengan para bujangan kaya. Namun, setiap pria selalu melarikan diri begitu melihat wajahnya. Frustrasi dengan kehidupannya yang terisolasi, Penelope akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dan menjelajahi dunia nyata sendirian.

Dalam petualangannya, Penelope mulai hidup mandiri, menjalin pertemanan baru, dan belajar banyak tentang dirinya sendiri. Perjalanan ini membawanya bertemu dengan Johnny (James McAvoy), seorang pria yang juga menyimpan rahasia. Pertemuan ini memicu serangkaian pencerahan yang mengubah hidup Penelope, bahkan membuatnya percaya telah menemukan cinta sejati.

Namun, kutukan yang ingin ia patahkan ternyata menyimpan kejutan tersendiri, yang pada akhirnya akan mengubah cara Penelope memandang dirinya sendiri. Mureks mencatat bahwa film ini, meski dirilis pada 2006, masih relevan dengan pesan universal tentang penerimaan diri.

Lebih dari Sekadar Dongeng Anak-anak

Berbeda dengan banyak film dongeng yang seringkali ditujukan khusus untuk anak-anak, “Penelope” menawarkan sentuhan yang lebih dewasa pada genre fantasi romantis. Film ini menyajikan revelasi yang lebih kompleks tentang diri sendiri, melampaui sekadar pesan “cintai dirimu apa adanya.”

Penampilan Christina Ricci dalam peran utama sangat memukau, dan seluruh pemeran lainnya tidak memperlakukan cerita ini sebagai lelucon. Mereka berhasil membawakan karakter dengan kedalaman, membuat penonton ikut merasakan perjalanan emosional Penelope.

Saat pertama kali dirilis, “Penelope” sayangnya kurang mendapat perhatian yang layak dan jarang masuk dalam daftar film yang direkomendasikan untuk ditonton ulang. Padahal, film ini adalah tontonan yang menyenangkan dan unik, yang membuktikan bagaimana hubungan romantis yang tulus dapat terbentuk di tempat-tempat yang paling tidak terduga.

Bagi Anda yang mencari tontonan ringan namun bermakna, “Penelope” adalah pilihan tepat untuk semua usia. Film ini dapat disaksikan secara gratis di Roku Channel. Jangan lewatkan kesempatan untuk menemukan kembali keajaiban film ini sebelum Anda “mengundang murka seseorang dan menemukan diri Anda terkutuk,” seperti yang diungkapkan Brittany Vincent, penulis yang kembali menemukan film ini pada 3 Januari 2026.

Mureks