Sejumlah peristiwa dan kabar dari dunia otomotif menjadi sorotan pembaca pada Sabtu, 27 Desember 2025. Insiden kecelakaan truk bermuatan keramik di Wonosobo, Jawa Tengah, menempati posisi teratas dalam daftar berita populer. Selain itu, modifikasi ekstrem Yamaha XMAX yang menelan biaya fantastis hingga Rp 1 miliar dan informasi mengenai insentif mobil listrik yang berlaku pada tahun 2026 juga menarik perhatian publik.
Truk Muatan Keramik Alami Rem Blong di Wonosobo
Sebuah truk tronton pengangkut 38 ton keramik dengan nomor polisi T 9167 PO mengalami kecelakaan tunggal di simpang Pasar Kertek, Wonosobo, pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 06.15 WIB. Insiden ini diduga kuat terjadi akibat kegagalan pengereman atau rem blong.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Terjadi kecelakaan tunggal sekitar pukul 6.15 (WIB) truk tronton yang remnya blong dan menabrak salah satu bangunan yang ada di wilayah Kertek,” ujarnya.
Yamaha XMAX Dimodifikasi dengan Emas 18 Karat, Habiskan Rp 1 Miliar
Dunia modifikasi motor kembali dihebohkan dengan sebuah Yamaha XMAX asal Medan yang berhasil meraih gelar juara di kontes Yamaha CustoMAXI di Jakarta. Skutik ini menjadi perbincangan hangat lantaran modifikasinya yang menggunakan emas 18 karat dan menelan biaya hampir Rp 1 miliar.
Ingreath Sitepu, atau akrab disapa Ucok, merupakan pemilik sekaligus modifikator di balik Yamaha XMAX mewah ini. Karyanya berhasil mengalahkan peserta lain di kategori Super Maxi, yang mencakup model Aerox, NMax, Lexi, dan XMAX. Mureks mencatat bahwa modifikasi ekstrem ini menjadi salah satu topik paling banyak dicari.
Insentif Mobil Listrik Berlaku di 2026 dan Syaratnya
Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrawil, Rachmat Kaimuddin, menjelaskan bahwa mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) telah banyak diguyur insentif sepanjang tahun ini, meskipun beberapa di antaranya akan berakhir pada penghujung 2025.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk kembali menggelar insentif tambahan bagi industri otomotif pada tahun depan. Hal ini menjadi perhatian bagi calon pembeli dan pelaku industri otomotif.






