Direktur di balik gim populer seperti Persona 3, 4, 5, dan Metaphor: ReFantazio, Katsura Hashino, mengungkapkan pemikirannya tentang masa depan genre Japanese Role-Playing Game (JRPG). Meskipun timnya di Atlus Studio Zero baru saja merilis Metaphor: ReFantazio pada tahun 2024, Hashino menyatakan bahwa hasrat untuk menciptakan gim fantasi masih tetap ada.
Dalam sebuah wawancara dengan Game Informer, Hashino ditanya apakah timnya kini telah puas dengan hasrat mereka untuk membuat gim fantasi. Ia menjawab, “I think the desire is still there. I’m not sure if it’s deepened or dissipated, but it’s still there.” Namun, ia menekankan bahwa itu hanyalah “an underlying thing” atau hal yang mendasari.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Fokus pada Evolusi JRPG
Lebih dari sekadar terpaku pada genre tertentu, Hashino dan timnya kini berfokus pada bagaimana mereka dapat mengembangkan JRPG. “More so than just latching onto a specific genre of game, we’re going back to how we can evolve our JRPG and what it looks like,” jelas Hashino. Ia menambahkan bahwa ini adalah titik balik bagi mereka untuk membawa JRPG ke level berikutnya.
“For us, it’s coming to a turning point where we want to really take it to the next level in terms of how our JRPGs are,” kata Hashino. Ia menegaskan bahwa evolusi ini tidak hanya terikat pada satu genre, melainkan melihat dari berbagai sudut pandang bagaimana gim mereka dapat berkembang.
Menyesuaikan dengan Zaman
Hashino mengakui bahwa selama bertahun-tahun, Atlus telah menggunakan format umum yang sama dalam gim mereka. Mureks mencatat bahwa pengakuan ini menunjukkan kesadaran akan perlunya inovasi. “We might need to adjust and change those with the current times as it might become outdated for the current players,” ujarnya.
Meski demikian, timnya tetap ingin mempertahankan kekuatan inti mereka, seperti narasi yang kuat atau elemen-elemen khas JRPG. “Of course, we want to retain our strengths, whether that be our narrative or elements that make us JRPGs,” tegas Hashino. Ia berharap dapat memperbarui format gim mereka agar lebih mudah diakses oleh audiens yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada penggemar JRPG.
“With these changing times, we do feel the need to update our format and create games that would be more widely playable, not just within the JRPG realm, but something that would be easier, more accessible for a wider audience. We’re hoping to update our format with that in mind,” pungkas Hashino.
Hashino sendiri telah banyak merenungkan masa depan JRPG, bahkan menyarankan bahwa genre ini sedang memasuki iterasi ketiga yang ia sebut “JRPG 3.0”. Dengan rekam jejaknya yang cemerlang, banyak penggemar menantikan apa yang akan ia hadirkan selanjutnya.






