Penyerang Tim Nasional Indonesia, Rafael Struick, harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah diganjar kartu merah dalam laga Super League antara Bhayangkara FC melawan Dewa United. Insiden ini mewarnai kekalahan tipis Dewa United dengan skor 0-1 di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung pada Senin (5/1) sore.
Kronologi Insiden Kartu Merah Struick
Momen krusial yang berujung pada pengusiran Struick terjadi di menit-menit akhir babak kedua. Saat itu, Bhayangkara FC melancarkan serangan balik. Ilija Spasojevic, pemain Bhayangkara FC, berupaya mengamankan bola di area tengah lapangan dan mendapat pengawalan ketat dari Egy.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Spasojevic kemudian terjatuh, dan wasit Efendi meniup peluit. Bola yang masih bergulir di dekat lokasi kejadian lantas ditendang oleh Struick ke arah Spasojevic. Tindakan ini seketika memicu tensi tinggi di lapangan.
Pemain dari kedua kubu langsung tersulut emosi. Spasojevic bahkan bangkit dan menghampiri Struick, yang kemudian terjatuh akibat dorongan. Situasi semakin tidak terkendali, dengan pemain dan ofisial dari pinggir lapangan ikut masuk ke arena pertandingan. Beberapa berupaya melerai, sementara yang lain terlibat dalam kericuhan.
Kondisi yang tak beraturan ini berlangsung selama beberapa menit. Setelah meredakan suasana, wasit Efendi akhirnya mengeluarkan kartu merah langsung untuk Rafael Struick. Mureks mencatat bahwa insiden ini menjadi salah satu titik panas dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Dua Kartu Merah dan Sembilan Kartu Kuning
Kartu merah yang diterima Struick merupakan yang kedua dalam pertandingan tersebut. Sebelumnya, wasit Efendi telah lebih dulu mengusir Wahyu Subo Seto dari Bhayangkara FC pada menit ke-51 setelah menerima kartu kuning kedua.
Selain dua kartu merah, laga ini juga diwarnai dengan sembilan kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit. Gol tunggal Fareed Sadat di menit-menit akhir babak kedua menjadi penentu kemenangan Bhayangkara FC atas Dewa United.






